Jumat , 13 Desember 2013, 14:45 WIB

Jamsostek Berharap Hanya Ada Satu Smart Card BPJS

Rep: Nora Azizah/ Red: Nidia Zuraya
dok. Republika
Kantor Jamsostek
Kantor Jamsostek

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Bertransformasi dari Jamsostek menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Jamsostek melakukan pembenahan. Salah satunya dengan mengeluarkan smart card serba guna.

Smart card merupakan kartu multi fungsi. Selain bisa digunakan untuk berbelanja, cek saldo, berguna untuk discount card, hingga naik transportasi transjakarta. Seperti diketahui, BPJS Ketenagakerjaan bergandeng dengan BPJS Kesehatan. Namun belum ada kesepakatan keduanya akan dibuat dalam satu akun kartu.

"Dari pihak kami sepakat untuk dibuat satu akun saja," kata Direktur Kepesertaan Junaedi, kemarin, di Kantor Pusat Jamsostek.

Junaedi menjelaskan, penawaran dari BPJS Ketenagakerjaan sudah ada untuk dibuat satu kartu bergandengan dengan BPJS Kesehatan. Namun belum ada kesepakatan.

Meski demikian, apabila nantinya dibuat satu akun atau terpisah, Jamsostek sudah siap dari segi prosedur dan perihal lainnya. Bahkan bisa diharapkan membuat Kartu Jaminan Sosial RI. Apabila dibuat dalam satu akun, nomor KPJ dan NIK pemegang kartu, maka bisa membawa satu kartu kemana saja.

Kartu pintar BPJS menggandeng beberapa bank sebagai mitra. Salah satu pemanfaatan teknologi. Semua ini tentunya agar lebih efisien.

Saat ini ada sekitar 500 cabang yang menjadi service point di seluruh Indonesia. Pemanfaatan teknologi juga menekan adanya penambahan SDM dalam melaksanakan target ke depannya. Meski demikian, memang masih memerlukan tenaga kerja untuk proses selanjutnya.