Kamis, 15 Ramadhan 1436 / 02 Juli 2015
find us on : 
  Login |  Register

Ini Dampak Rupiah Melemah

Sabtu, 24 Agustus 2013, 01:08 WIB
Komentar : 2
Republika/Wihdan Hidayat
Situasi di tempat penukaran uang di Jakarta/ilustrasi
Situasi di tempat penukaran uang di Jakarta/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Sejumlah tempat penukaran uang atau money changer di Jakarta ramai dikunjungi oleh warga yang ingin menukarkan uang saat harga dolar Amerika Serikat (AS) mencapai Rp 11.050.

Marketing PT Indo Multi-Valasindo, Yuni kepada Antara di Jakarta, mengatakan alasan mereka umumnya untuk kebutuhan pribadi maupun keperluan investasi. "Kalau di sini tetap saja banyak pelanggan yang ingin menukarkan uang walaupun harga dolar AS naik. Kebanyakan pelanggan yang datang menukarkan dolar ke rupiah, dan rata-rata mereka untuk investasi," ujarnya.

Harga dolar AS saat ini di PT Indo Multi-Valasindo kawasan Sabang, Jakarta Pusat sebesar Rp 11.050 untuk kurs beli, sementara Rp 11.250 untuk kurs jual. Hal itu dimanfaatkan oleh salah satu pelanggan di PT Indo Multi-Valasindo, Tanti, untuk menjual uang dolar AS yang dimilikinya agar mendapatkan keuntungan.

"Saya memang suka menyimpan uang dolar untuk investasi. Saya lihat harga dolar menguat dan cukup tinggi jika dibandingkan waktu pertama kali saya beli, sekitar Rp 9.000. Berarti kalau saya tukar saat ini, saya untung," kata Tanti.

Kondisi serupa juga terjadi di money changer PT Prima Sentral Dinamika, Tangerang yang terlihat ramai dikunjungi oleh para pelanggan yang ingin menukarkan uangnya. "Kalau di sini, jual atau beli sama saja, seimbang. Masih banyak yang mau beli dolar, yang jual juga banyak," kata Marketing PT Prima Sentral Dinamika, Soleh.

Selain digunakan sebagai investasi, masyarakat juga membutuhkan dolar AS sebagai kebutuhan mereka untuk bertransaksi saat berada di luar negeri. "Sebenarnya harga dolar saat ini memang sangat tinggi, tapi saya memang butuh, karena mau pergi keluar negeri. Oleh karena itu, mau tidak mau walau tinggi saya tetap harus beli," kata seorang wiraswasta, Hengky.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ramadhan, Momentum Menjaga Keluarga dari Jilatan Api Neraka
BANDUNG — Aktivis perempuan Netty Heryawan mengatakan tidak ada institusi yang mampu menghadirkan kemajuan dan kesejahteraan sebuah bangsa kecuali dimulai dari institusi kecil...