Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Investor Asuransi Indonesia Kalah Jauh dari Negara Tetangga

Kamis, 21 Maret 2013, 14:22 WIB
Komentar : 0
Asuransi, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkembangan pasar modal sehendaknya sejalan dengan perkembangan jumlah investor. Ini dikarenakan jumlah investor di pasar modal menjadi akar dari besarnya jumlah transaksi harian perdagangan dan sumber pembiayaan perusahaan yang akan melakukan penawaran saham perdana (IPO).
 
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendata potensi investor pasar modal bisa mencapai dua juta investor. Namun, baru 390 investor yang aktif bertransaksi saham di pasar modal.

Minimnya jumlah investor yang masuk ke pasar modal juga dirasakan di sektor asuransi nasional. Koordinator Divisi Pengawasan Asuransi Jiwa OJK, Ahmad Satori, menuturkan jumlah investor bidang asuransi di Indonesia hanya 161 ribu hingga 200 ribu orang dibandingkan jumlah penduduk total 240 juta.

Sementara di Thailand, jumlah investornya terlihat dari total 2,5 juta rekening efek, Malaysia memiliki 15 juta rekening efek dari 28 juta penduduknya, dan India 46 juta rekening efek. "Tantangan di Indonesia yang utama adalah banyak yang kurang teredukasi dan terliterasi sehingga pemahamannya akan investasi sangat minim," ujar Ahmad di Jakarta, Kamis (21/3).

Jumlah emiten Indonesia juga lebih kecil dibandingkan Malaysia. Total emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga saat ini tak lebih dari 460 perusahaan. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan Malaysia (928 perusahaan) dan Singapura (774 perusahaan).

Reporter : Mutia Ramadhani
Redaktur : Nidia Zuraya
515 reads
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

India Tawari Indonesia Investasi di Tiga Sektor

Chevron Tambah Investasi Rp 6,804 Triliun di Indonesia

Provinsi Ini Jadi Tumpuan Produksi Migas Nasional