Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

PP Bukukan Laba Bersih Rp 309,68 Miliar

Rabu, 20 Maret 2013, 10:21 WIB
Komentar : 0
Pembangunan infrastruktur, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  PT Pembangunan Perumahan Tbk (PP) mencatat kenaikan laba di 2012. BUMN itu membukukan laba bersih sebesar Rp 309,68 miliar atau meningkat 29 persen dibandingkan perolehan laba bersih 2011 lalu sebesar Rp 240,22 miliar.

Direktur Utama PT PP Bambang Triwibowo menjelaskan kenaikan ditopang perolehan kontrak baru yang berimplikasi pada peningkatan pendapatan. "Perseroan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 8 triliun atau naik  28,44 persen  dibandingkan pendapatan sebelumnya Rp 6,23 triliun," katanya, Rabu (20/3).

Selain dari jasa konstruksi, pendapatan usaha tahun 2012 ini juga dihasilkan dari engineering procurement dan construction (EPC) sebesar Rp 1,3 triliun. Selain itu, ada pula realty sebesar Rp 56 miliar dan properti sebesar Rp 62 miliar.

Pencapaian order book 2012 sebesar Rp 27,6 triliun. Komposisi kontrak baru sebesar Rp 19,4 triliun sedangkan kontrak carry over 2011 sebesar Rp 8,2 triliun.

Kontrak baru diantaranya dengan PT Pelindo II dalam pembangunan pelabuhan New Tanjung Priok Kalibaru. Total proyek diperkirakan mencapai Rp 8,2 trilliun.

Ada pula proyek tujuh bandar udara baru di Bandara Kualanamu Medan, Sutan Taha Jambi. Lalu Samarinda, Tarakan, Pontianak, Balikpapan, Ngurah Rai Bali.

Sementara di Februari 2012, PT PP mencatat kontrak baru sebesar Rp 2,36 triliun. "Perolehan kontrak baru didominasi oleh  sektor konstruksi," katanya.

Diantaranya pembangunan High Rise Buidling seperti JW Marriot Hotel, Uluwatu Hotel dan Tunjungan Plaza V Surabaya, Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Cengakreng. Selain itu PT PP juga bakal membangun rel kereta api di daerah Sumatra Selatan milik PT KAI dengan nilai kontrak sebesar Rp 210 milliar.

Perolehan ini sekitar 12 persen dari target kontrak baru sebesar Rp 19,7 triliun "Oktober, PT PP menargetkan order book tahun 2013 sebesar  Rp 35 triliun atau meningkat 28 persen dari 2012," katanya.

Reporter : Sefti Oktarianisa
Redaktur : Nidia Zuraya
597 reads
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...