Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Mendag: Indonesia Bisa Jadi Produsen Kopi Terbesar

Selasa, 19 Maret 2013, 15:54 WIB
Komentar : 0
ist
Kopi

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mengatakan Indonesia bisa menjadi produsen kopi terbesar di Asia Tenggara. Mendag mengungkapkan karena masih banyaknya lahan perkebunan kopi di Indonesia yang bisa digunakan.

"Pemerintah akan terus mendorong untuk meningkatkan produksi kopi yang ada di Indonesia supaya bisa menjadi nomor satu di Asia Tenggara," katanya saat melakukan dialog dengan pengusaha kopi di Sidoarjo, Selasa (19/3).

Ia mengemukakan, saat ini produksi kopi yang ada di Indonesia mencapai 600 ribu ton setiap tahun dan harus terus ditingkatkan supaya bisa menjadi nomor satu di kawasan Asia Tenggara.

"Untuk menjadi nomor satu itu harus ada peningkatan dari hulu sampai dengan hilir. Selain itu, semangat untuk mencapai target tersebut harus terus ditingkatkan," ujarnya.

Ia mengatakan, salah satu faktor untuk peningkatan produksi tersebut salah satunya dengan cara pemanfaatan lahan yang ada di Indonesia. "Selain pemanfaatan lahan yang ada, faktor lain yang bisa dilaklukan yaitu dengan mempersiapkan teknologi yang ada saat ini," katanya.

Namun semuanya itu, lanjut dia, perlu adanya disiplin yang ketat dari para pemangku kepentingan karena dengan disiplin tersebut semua tujuan bisa tercapai.

Sementara itu, Ketua Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (Gaeki) Hutama Sugandhi, mengatakan, dari sepuluh varietas kopi terbaik di dunia lima di antaranya berada di Indonesia. "Kopi yang masuk dalam kualitas terbaik tersebut di antaranya Java Coffee dan juga Kopi Toraja yang saat ini sudah mendunia," katanya.

Ia mengatakan, saat ini Indonesia produksi kopinya masih rendah yakni sekitar 700 sampai dengan 800 kilo per hektar dengan lahan tanam yang mencapai 1,1 juta hektar. Menurutnya, Indonesia masih kalah dibandingkan dengan Vietnam yang memiliki lahan tanam sekitar 550 ribu hektare mampu menghasilkan kopi sebanyak 3 ton dalam setiap hektarnya.

Ia mengatakan, minimnya jumlah produksi kopi tersebut salah satunya terkendala modal dan juga kurangnya perhatian dari pemerintah. "Pemerintah saat ini lebih perhatian terhadap produsen kelapa sawit dan karet dibandingkan dengan komoditas kopi," katanya.

Redaktur : Nidia Zuraya
Sumber : Antara
922 reads
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda