Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Hatta: Jangan Permisif dengan Pelanggaran Impor

Sabtu, 16 Maret 2013, 18:17 WIB
Komentar : 0
Pekerja menyusun Bawang Putih impor saat bongkar muat di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin (10/12).

REPUBLIKA.CO.ID,UNGARAN--Pemerintah masih menelusuri kemungkinan  pelanggaran di balik keberadaan ratusan kontainer bawang putih tanpa Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH), di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) Tanjung Perak, Surabaya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan, pihak Bea dan Cukai masih menangani temuan ratusan kontainer bawang putih asal Cina dan Thailand tersebut.

“Keberadaan puluhan kontainer bawang ini masih dipilah dan dilihat. Aapakah kategorinya pelanggaran atau bukan, Dirjen Bea Cukai akan melaporkan,” ungkap Hatta kepada wartawan, di sela kunjungan kerja di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (16/3).

Menurutnya, ada ketentuan yang akan dilakukan pemerintah terkait pelanggaran impor. Karena produk nasional tak mencukupi, Indonesia memang memerlukan tambahan bawang putih dengan cara mengimpor.

“Tapi kita juga tidak boleh permisif terhadap pelanggaran, karena jika kita permisif terhadap pelanggaran nanti orang akan berpikir tidak perlu izin memasukkan barang dari luar negeri atau mengurus izin belakangan. Berbahaya bagi bangsa ini,” tegasnya.

Saat ini 95 persen kebutuhan bawang dipenuhi dari luar negeri. Meski demikian, dalam mengimpor barang dari luar negeri harus dilengkapi dokumen dan perizinan sesuai ketentuan.

Menurutnya, tidak boleh mengimpor tanpa dilengkapi dokumen impor dan perizinan-perizinan. Kalau hal ini dibiarkan, lama-lama importir mendatangkan barang tanpa mengindahkan aturan.

Hatta juga mengakui, dirinya telah mendapat pesan singkat (SMS) dari Menteri Keuangan RI yang isinya menyatakan bahwa sebagian besar tidak memiliki perizinan atau perizinannya belum didapatkan.

“Kalau Izin saja belum dikeluarkan, tapi barangnya sudah ada di terminal petikemas, bagaimana kategori seperti ini?, Nanti akan kita bahas dan rapatkan,” jelasnya.

Hatta mengakui, saat ini Indonesia masih mengimpor bawang putih sekitar 95 persen. Oleh karena itu, pemerintah harus terus meningkatkan produksi bawang putih di tanah air.

Selama ini memang alam kalah dalam persaingan produktifitasnya. Namun Hatta mengaku mendapatkan masukan dari petani, bibit bawang putih sudah mulai habis.

“Artinya pnting juga meningkatkan pembibitan bawang putih agar produktivitasnya  jangan hanya 5 persen dari kebutuhan nasional,” tambahnya.

Reporter : bowo pribadi
Redaktur : Taufik Rachman
1.178 reads
Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang hendaknya dia pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya.((HR. Muslim))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...