REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk menekan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Bagian Utara, PLN memaksimalkan pemanfaatan gas. Bahkan untuk pusat listrik di Duri, Riau, PLN bakal memanfaatkan gas dari Joint Operation Body (JOB) Jambi Merang.
BUMN ini memastikan bakal ada gas yang mengalir sebesar 35 juta kaki kubik (mmscfd). Gas akan dialirkan melalui pipa milik anak usaha PLN Transgasindo sepanjang 230 kilometer dari JOB Jambi Merang ke pusat listrik Duri.
Menurut Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, kebutuhan listrik di Sumatera Bagian Utara akan tertolong dengan upaya ini. "Tak bisa dipungkiri pasokan listrik untuk Sumatera Bagian Utara memang tak sebesar Sumatera Bagian Selatan," katanya, Jumat (15/3).
Nur menjamin pasokan gas untuk pusat listrik Duri akan dioptimalkan sebaik mungkin oleh PLN. Nantinya, di Duri akan dibangun storage gas berupa Compression Natural Gas (CNG).
Sehingga seperti CNG di Palembang, gas yang hanya 3 mmscfd secara continues akan disimpan dalam storage gas CNG, dan akan digunakan ketika beban puncak saja untuk membangkitkan pusat listrik kapasitas 50 megawatt (MW). Padahal, gas sebesar 3 mmscfd itu biasanya hanya mampu membangkitkan 12 MW saja.
Kepala Divisi Gas dan BBM PLN, Suryadi Mardjoeki, mengatakan PLN akan membayar 4,7 sen dolar AS per mmscfd untuk pengaliran gas melalui pipa Transgasindo ini. Gas yang dialirkan digunakan untuk pusat listrik kapasitas 20 MW.
Ke depan, kata Suryadi,
PLN akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Gas (PLTMG) kapasitas 110 MW. Selain itu, akan dibangun juga CNG untuk memampatkan gas sebesar 4 mmscfd di Pusat Listrik Duri.
Dengan adanya CNG ini, PLN berharap bisa menekan penggunaan BBM. "Ini akan menghilangkan pemakaian BBM pada waktu beban puncak," katanya.
Sementara itu, Presiden Direktur Transgasindo Arsyad Rangkut, mengatakan selain ke Duri, PLN bisa memanfaatkan infrastruktur pipa gas miliknya untuk pasokan ke daerah lainnya. Sebelumnya, Transgasindo menyalurkan gas untuk Pusat Listrik di Payo Selincah sebesar 25 mmscfd dan Pusat Listrik Rengat sebesar 4 mmscfd.
"Secara tidak langsung, kami telah mengalirkan gas sejak 2005 untuk daerah Batam melalui GTA kami dengan PGN. Jika diperlukan, kami juga siap menyalurkan gas dari Natuna ke Batam," jelasnya.