Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Omzet Industri Mamin Kuartal Pertama Lesu

Jumat, 15 Maret 2013, 09:09 WIB
Komentar : 0
Panca/Republika
Makanan, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Omzet industri makanan dan minuman (mamin) di kuartal pertama 2013 masih lesu. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman mengatakan meskipun belum dihitung lengkap, omzet kuartal pertama cenderung agak melemah.

 “Kalau lihat di kuartal satu agak pelan, dibanding kuartal kedua. Di supermarket dan toko-toko saya lihat masih banyak melakukan promosi karena memang agak slow. Ini menjadi perhatian kita bersama,” ujar Adhi, saat ditemui Kamis (14/3).

Ia mengatakan kenaikan bahan baku, listrik dan tenaga kerja sedikit mengganggu industri mamin. Kenaikan biaya itu, kata dia menyebabkan beberapa perusahaan sudah menaikkan harga. Menurutnya, hal ini sempat mengakibatkan sedikit ‘shock’ di pasar.

Beberapa bahan baku yang mengalami kenaikan antara lain jenis tepung dan daging. Ditambah lagi kini harga bawang putih yang naik. Kenaikan biaya ini membuat margin industri mamin umumnya menurun.

Ia berharap memeasuki kuartal kedua, sudah mulai stabil. Namun, kata dia mulai April, akan ada kenaikan harga gas industri lagi. Kenaikan ini, mau tidak mau juga bisa mempengaruhi biaya produksi dan mengoreksi margin industri mamin. Industri mamin menargetkan omzet sebesar Rp 750 triliun sepanjang tahun ini.

“Kita berusaha tidak naikkan harga tapi ternyata pengaruhi margin, terpaksa mulai naikkan harga,” katanya.

Kenaikan harga ini menurut Adhi sebagai salah satu alternatif agar industri mamin terus bisa melakukan pengembangan produk. Industri mamin, kata dia sangat tergantung inovasi produk baru.

Menurut pengamatannya, rata-rata harga mamin di pasaran kini sudah naik naik 5-10 persen. Kenaikan itu umumnya dialami oleh makanan dan minuman yang berbasis terigu dan berbasis buah. Kenaikan ini dipicu oleh naiknya bahan baku.

Reporter : Dwi Murdaningsih
Redaktur : Nidia Zuraya
673 reads
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...