Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

KPPU Endus Praktik Oligopoli Perbankan

Rabu, 13 Maret 2013, 17:19 WIB
Komentar : 0
KPPU

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mencium adanya praktik kartel bank melalui skema oligopoli.

Kebanyakan bank dinilai hanya bergantung pada segelintir penabung besar. KPPU mendata ada tiga bank besar yang menguasai lebih dari 40 persen pasar perbankan di Indonesia.

Ketua KPPU Muhammad Nawir Messi menjelaskan, bank bisa saja berprilaku menyimpang karena hal tersebut. Misalnya, melakukan rapat bersama dan mengintip pemimpin pasar yang menetapkan suku bunga berdasarkan pemilik pangsa pasar terbesar.

Akan tetapi, Presiden Direktur PT BCA Jahja Setiaatmadja membantah tudingan tersebut. Pasalnya, jika ada praktik serupa maka suku bunga dana akan turun. Jahja mendata tak ada keseragaman yang signifikan melihat suku bunga perbankan di Indonesia saat ini. 

Jahja mencontohkan rentang suku bunga untuk kredit korporasi 8,5 persen hingga 10 persen. Sementara, rentang suku bunga UMKM 10-11,5 persen.

"Ada juga bank kecil yang menerapkan suku bunga lebih tinggi. Ini mencerminkan harga (pricing) berbeda. Jika oligopoli, maka perbedaan pricingnya pasti tipis," ujar Jahja.

Reporter : Mutia Ramadhani
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
1.196 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Asing Danai Proyek Interkoneksi Kalbar-Serawak

Industri Kayu Gresik Targetkan Pendapatan Rp 200 Miliar

Grupara Tanam Investasi di Situs Fashion