Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Bandara Kuala Namu Terkendala Aksesibilitas

Rabu, 13 Maret 2013, 13:56 WIB
Komentar : 0
Republika/Yogi Ardhi
Pekerja menyelesaikan konstruksi Bandara Kuala Namu Deli Serdang Sumatra Utara

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko menilai terlalu riskan apabila Bandar Udara Internasional Kuala Namu dipaksakan untuk diresmikan dan beroperasi pada April 2013. 

Menurut Tri, masih terdapat sejumlah perbaikan yang harus diselesaikan agar bandara dapat beroperasi dengan baik.  Khususnya terkait dengan aksesibilitas dari dan menuju bandara.

"Apabila aksesibilitasnya tidak baik, bukan lancar tapi malah banyak hambatan nanti.  Ini sedang disempurnakan," tutur Tri kepada wartawan seusai menghadiri peresmian NSW-Airportnet oleh Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan di Auditorium Gedung 600 Kantor Pusat Angkasa Pura II, Kompleks Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (13/3). 

Selain aksesibilitas, Tri menyebut fasilitas-fasilitas pendukung bandara harus disiapkan.  Sebab bandara memiliki kaitan erat dengan sistem pengelolaan yang terintegrasi.  Sehingga jika operasional bandara dipaksakan pindah dari Polonia ke Kuala Namu, akan menimbulkan masalah dari sisi mobilitas.  Terlebih, jumlah penumpang di Kuala Namu nantinya diperkirakan mencapai tujuh ribu orang per hari.  "Akan jadi tidak nyaman," kata Tri.

Sebagai gambaran, Bandara Internasional Kuala Namu berlokasi di Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.  Bandara ini memiliki luas mencapai 1.365 hektare dengan area terminal seluas 118.930 meter persegi, luas area parkir 50.820 meter persegi dan gudang kargo seluas 13.000 meter persegi.

Reporter : Muhammad Iqbal
Redaktur : Nidia Zuraya
1.111 reads
Pulanglah pada istrimu, bila engkau tergoda seorang wanita (HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...