Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Dahlan Copot Komisaris PNM

Senin, 11 Maret 2013, 14:27 WIB
Komentar : 0
Republika/Agung Fatma Putra
Mantan Presiden Prof Dr.Ing B.J. Habibie berpidato pada acara hari ulang tahun PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di gedung Smesco UKM, Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberhentikan Robinson Simbolon sebagai komisaris PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan pencopotan tersebut melalui surat Keputusan Menteri Negara BUMN tertanggal 4 Maret 2013.

"Menteri Negara BUMN memberhentikan dengan hormat Robinson Simbolon sebagai anggota dewan komisaris PNM," demikian bunyi pernyataan tertulis dalam surat keputusan, yang disampaikan kepada publik melalui Bursa Efek Indonesia, Senin (11/3).

Robinson diangkat sebagai anggota komisaris berdasarkan Keputusan Menteri Negara BUMN nomor 49 tahun 2010. Ia diangkat pada 31 Maret 2010.

Sayangnya Dahlan tidak menyebutkan alasan pemberhentian Robinson tersebut. Kementerian BUMN juga belum mengumumkan siapa yang akan menggantikan Robinson. Seperti diketahui Robinson saat ini menjabat sebagai Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Bidang Pengawasan Pasar Modal.

Per akhir tahun lalu PNM mencata pertumbuhan pendapatan sebesar 30,72 persen menjadi Rp 860,56 miliar. Pertumbuhan pendapatan didorong oleh perolehan dari Unit Layanan Modal Mikro (ULMM) yang memberikan kontribusi terbesar, yaitu mencapai Rp 785,08 miliar.

PNM juga mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp 41,579 miliar atau tumbuh 33,5 persen dari pencapaian tahun sebelumnya.

Reporter : Friska Yolandha
Redaktur : Nidia Zuraya
1.295 reads
Hati orang yang sudah tua dapat menjadi lupa akan usianya bila ia terlalu mencintai hidup dan harta bendanya(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Menperin: Saya Dilarang Bicara Soal Foxconn

Pertamina Pasok BBM CNOOC Rp 753 Miliar