Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pertamina Pasok BBM CNOOC Rp 753 Miliar

Senin, 11 Maret 2013, 13:52 WIB
Komentar : 0
pertamina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) bakal memasok bahan bakar minyak (BBM) jenis high sulfur diesel kepada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) asal Cina, CNOOC SES Ltd. BUMN tersebut bakal memasok BBM untuk keperluan industri hulu migas.

"Nilai kontrak mencapai 81 juta dolar AS atau sekitar Rp 753 miliar untuk periode sepanjang 2013," kata Kepala Satuan Kerja Khusu Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini, Senin (11/3). Pasokan BBM dibutuhkan untuk memproduksi minyak dan gas dari lapangan yang dikelola CNOOC SES Ltd.

Mantan Wakil Menteri ESDM ini, berharapkan aksi perusahaan ini bisa mendukung Pertamina lebih besar. Ini juga diharapkan bisa mendukung target pencapaian penggunaan komponen dalam negeri dari pengadaan BBM untuk produksi migas sebesar 98,64 persen.

Nantinya, transaksi bakal menggunakan perbankan yang berstatus BUMN atau BUMD. “CNOOC SES Ltd harus mewajibkan penyedia barang atau jasa pelaksana kontrak ini untuk memprioritaskan pendanaan dari bank yang berstatus BUMN atau BUMD apabila memerlukan pendanaan dari pihak ketiga,” tegasnya.

Total nilai pengadaan barang dan jasa oleh BUMN di industri hulu migas sejak tahun 2010 hingga Januari 2013 telah mencapai sekitar 2,54 miliar dolar AS atau Rp 24 triliun. Pertamina (Persero) merupakan BUMN yang mendapatkan porsi terbesar dalam kegiatan industri hulu migas mencapai 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1 triliun dalam periode tahun 2010 hingga 2012.

Reporter : Sefti Oktarianisa
Redaktur : Nidia Zuraya
897 reads
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda