Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Indonesia Jajaki Investor dari Meksiko

Selasa, 05 Maret 2013, 15:22 WIB
Komentar : 0
ANTARA/Widodo S. Jusuf
Investasi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MEXICO CITY -- Indonesia terus menjajaki investor asal Meksiko untuk melirik potensi tanah air. Duta Besar Indonesia untuk Mexico City Hamdani Djafar melakukan kunjungan ke Coahuila untuk mendata potensi investasi. Menurut Djafar, Coahuila dilirik karena potensinya yang besar.

"Negara bagian terbesar ketiga di Meksiko ini memiliki akses ke pasar global karena berbatasan langsung dengan negara bagian Texas, Amerika Serikat. Ditambah lagi, negara bagian yang ditopang empat kota utama, yaitu Saltillo, Torreon, Monclova, dan Piedras Negras," Ujar Djafar dalam siaran pers yang diterima Republika, Selasa (5/3).

Djafar merinci, Coahuila memiliki beragam industri besar seperti otomotif, metal-metalmechanic, baja (terbesar di Meksiko), plastik, elektronik, pesawat udara, pertambangan, dan makanan.
 
Presentasi potensi Indonesia yang dipaparkan KBRI Mexico City di tiga kota, Torreon, Monclova, dan Saltillo, pada Selasa (26/2) hingga Jumat (1/2), mendapat sambutan hangat, baik dari pemerintah setempat maupun para pengusaha.
 
Pertanyaan yang diajukan Salvador Jalife, Director General Mecano de Mexico, perusahaan yang bergerak di bidang kontruksi, adalah seputar infrastruktur dan izin membangun konstruksi di Indonesia.
 
Tak hanya itu, Walikota Torreon, Eduardo Olmos Castro, juga menyambut baik tawaran beasiswa Darmasiswa yang rutin diberikan pemerintah Indonesia untuk warga Meksiko.

Olmos Castro pun menyatakan keinginannya untuk menjajaki kemungkinan kerjasama antar universitas melalui pertukaran mahasiswa dan pengajar . Termasuk rencana dimasukkannya program tarian tradisional Indonesia dalam kurikulum sekolah tari internasional Torreon yang akan dibuka pada tahun ini.

Bahkan dalam waktu dekat, sang walikota secara khusus mengundang KBRI Mexico City untuk berperan serta mementaskan tarian tradisional Indonesia dalam pembukaan taman kota pada Mei 2013.

Redaktur : Hafidz Muftisany
2.022 reads
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Perpanjangan Masa Jabatan Karen Hanya Sementara

Medco Power Tambah Kapasitas Pembangkit Batam