Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Transaksi E-Toll Mandiri Capai 82,3 Juta Unit

Senin, 25 Februari 2013, 23:11 WIB
Komentar : 0
Republika
e-toll card

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sepanjang 2012, transaksi kartu e-toll Bank Mandiri mencapai 82,3 juta transaksi. Jumlah ini setara dengan 85 persen dari total transaksi kartu prabayar Bank Mandiri.

Vice President Electronic Banking Bank Mandiri, Rahmat Broto Triaji, mengatakan e-toll menang secara transaksi. Sedangkan secara volume, porsinya sama dengan samll retail Bank Mandiri lainnya. "Total volume transaksi kartu prabayar Bank Mandiri sepanjang 2012 mencapai Rp 951 miliar atau tumbuh 194 persen," katanya kepada ROL, Senin (25/4).

Per Desember 2012, jumlah kartu prabayar Bank Mandiri mencapai 2,6 juta kartu. Jumlah ini bertambah hingga 40 ribu kartu pada Januari 2013. Kartu prabayar dari Indomart menyumbang jumlah terbanyak hingga 52 persen. Berikutnya e-toll 45 persen. Sedangkan sisanya berasal dari Gaz Card dan E-Money Card.

Tahun ini, kata Rahmat, Bank Mandiri membidik penambahan 50 ribu on boar unit (OBU) untuk melayani e-toll pass. "Pada saat April 2012, jumlah OBU hanya 10 ribu unit," ujarnya. OBU memudahkan pengendara mobil tetap terdeteksi saat melintasi gerbang tol dalam kecepatan 50 kilometer (km) per jam. Dulu, mobil minimal harus dengan kecepatan lambat 10 km per jam.

Layanan e-toll membuat pengendara mobil cukup melintasi gerbang tol tanpa membuka kaca mobil. Teknologi yang digunakan sudah memakai gelombang infra merah, bukan microwave seperti sebelumnya. Pembayaran tol berlangsung secara elektronik karena kartu prabayar cukup ditempelkan pada OBU. Harga OBU berkisar Rp 660 ribu per unit.

Reporter : Mutia Ramadhani
Redaktur : M Irwan Ariefyanto
485 reads
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Produk Indonesia Diminati di Swiss