Rabu, 28 Zulhijjah 1435 / 22 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hilirisasi Industri Terkendala Investasi

Selasa, 12 Februari 2013, 12:41 WIB
Komentar : 2
deptan.go.id
Karet alam
Karet alam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Wakil Menteri Perindustrian Alex SW Retraubun mengatakan tantangan utama pengembangan industri hilirisasi adalah nilai investasi yang semakin besar. "Kita sadar betul bahwa semakin kita bergerak ke arah hilir, itu nuansa ipteknya sangat tinggi, nilai investasinya juga semakin besar. Ini juga salah satu penyebab kenapa hilirisasi bergerak perlahan-lahan," kata Alex di sela-sela Rapat Kerja Kementerian Perindustrian 2013 di Jakarta, Selasa (12/2).

Menurut dia, program hilirisasi penting karena bertujuan untuk menambah nilai tambah komoditas ekspor. Meski terhalang dengan kompetensi ilmu pengetahuan dan teknologi yang membutuhkan sumber pendanaan yang juga besar, Alex berpendapat hambatan itu bisa diatasi, misalnya dengan melakukan kerja sama dengan pihak luar.

"Pemikiran kita sekarang ini tidak mau hanya jadi pedagang bahan baku, kita mau bergerak ke arah hilir agar nilai tambahnya benar-benar secara optimal kita dapatkan," ujarnya.

Dia juga menekankan program hilirisasi itu harus tetap berjalan dengan fokus pada komoditas yang dikuasai Indonesia, seperti karet maupun minyak kelapa sawit (crude palm oil/cpo). Pasalnya, menurut Alex, komoditas industri agro Indonesia, seperti CPO atau karet merupakan salah satu sumber kekuatan tanah air.

"Fokus pada komoditas yang kita kuasai. Tentu sawit bisa jadi contoh, karena kita nomor satu di CPO," tambah Alex.


Redaktur : Nidia Zuraya
Sumber : Antara
Barang siapa yang memerhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jika Diperlukan Dalam Kabinet Jokowi, Ini Sikap Muhammadiyah
JAKARTA --  Ketua Umum Muhammadiyah mengharapkan presiden Joko Widodo dan kabinetnya bisa menjalankan amanah dan tunaikan janji yang disampaikan pada kampanye lalu. Untuk siapa...