Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Indef: Perlu Pengkategorian Industri Besar

Senin, 28 Januari 2013, 20:17 WIB
Komentar : 0
Republika/Adhi Wicaksono
Tower Listrik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Erani Yustika mengatakan secara definisi, industri besar berhak menerima subsidi listrik.  Meskipun demikian, ia menyebut diperlukan kriteria-kriteria tertentu agar subsidi tidak salah sasaran.  

"Dalam hal tertentu, pemihakan pemerintah (dalam subsidi) ada," ujar Ahmad saat dihubungi Republika, Senin (28/1).  

Akademisi Universitas Brawijaya ini pun menjelaskan kriteria-kriteria yang dimaksud misalnya industri yang berorientasi ekspor, memiliki linkage dengan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) dalam negeri maupun memproduksi komoditas yang dipakai dalam negeri. Ia juga menilai mall (pusat perbelanjaan) tidak laik mendapatkan subsidi.  

Secara keseluruhan, Ahmad mengatakan subsidi merupakan afirmasi politik pemerintah di bidang apapun dengan tujuan tertentu.  Sehingga, jika diberikan kepada industri, tentu memiliki tujuan antara lain meningkatkan daya saing industri dalam negeri. "Jangan pemerintah bikin kebijakan subsidi dari alasan-alasan yang tidak jelas," tuturnya.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013 pemerintah menganggarkan subsidi listrik sebesar Rp 78,63 triliun.  Dari angka tersebut, sekitar 25 persen dinikmati oleh kelompok industri sebesar Rp 19,9 triliun.

Reporter : Muhammad Iqbal
Redaktur : Nidia Zuraya
815 reads
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda