Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Jakarta Banjir, PLN Rugi Rp 72 Miliar

Jumat, 25 Januari 2013, 18:06 WIB
Komentar : 0
Republika/Musiron
Gedung PLN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banjir Jakarta ternyata membawa dampak buruk bagi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Bahkan BUMN itu mengaku rugi hingga miliaran rupiah karena banjir yang datang sejak Kamis (17/1) lalu.

Hal ini diutarakan Manajer Senior Komunikasi Korporat Bambang Dwiyanto, Jumat (25/1). "Nilainya mencapai Rp 72 miliar," tegasnya. 

Banjir di PLGTU Muara Karang yang berdampak pada padamnya unit pembangkit listrik PLN misalnya, membuat perusahaan itu rugi Rp 45 miliar. Terganggunya ekonomi Jakarta karena banjir juga membuat PLN berpotensi kehilangan kesempatan penjualan energi listrik PLN sebesar Rp 20 miliar.

Belum lagi kerugian di sisi distribusi dan transmisi akibat peralatan rusak tergenang air. "Masing-masing mencapai Rp 2 miliar dan Rp 1 miliar," jelasnya.

Sebelumnya akibat padamnya PLTGU Muara Karang, terdapat 1847 gardu PLN padam. Sampai dengan Kamis (24/1), tercatat 13 gardu yang masih belum bisa dioperasikan hingga air banjirnya benar-benar surut.

Sementara itu, PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang sebagai pengelola kelistrikan di Jakarta, akan segera mengganti sekitar 50 ribu kWh meter yang rusak akibat terendam banjir. Penggantian ini dilakukan sejalan dengan mulai pulihnya pasokan listrik Jakarta dan Tangerang.

Terkait rencana pemerindah daerah Jakarta yang sedang menawarkan pemindahan warga korban banjir ke rumah-rumah susun (rusun) di Marunda, Pulo Gebang, dan Muara Baru, PLN telah mengoperasikan gardu-gardu listrik untuk memasok listrik ke rusun-rusun tersebut. 

"Tidak hanya itu, untuk setiap rusun, PLN telah memasang Alat Pembatas dan Pengukur Listrik (APP)," katanya. 

Reporter : Sefti Oktarianisa
Redaktur : Djibril Muhammad
1.909 reads
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda