Thursday, 5 Safar 1436 / 27 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Usai Dipukul Apple, Samsung Melenting dengan Galaxy Note 2

Wednesday, 29 August 2012, 23:39 WIB
Komentar : 0
REUTERS
Samsung Galaxy Note
Samsung Galaxy Note

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL--Setelah memar dihajar Apple, Samsung kembali menggebrak dengan produk barunya. Raksasa teknologi Korea Selatan itu merilis generasi kedua tablet ponselnya yang populer, Galaxy Note, di pameran elektronik terbesar Eropa di Berlin, Rabu (29/8).

Saat ini perusahaan tersebut masih mengalami tekanan inovasi setelah kalah dalam perang paten melawan Apple. Juri pengadilan Federal AS menyatakan Samsung telah meniru fitur utama miliki iPhone dan karena kerugian yang ditimbulkan, Samsung diperintahkan membayar denda kepada perusahaan besutan Steve Jobs, sebesar 1,05 milyar dolar.

Kini Apple mencari cara untuk segera menghentikan penjualan delapan produk Samsung. Langkah itu dinilai pergerakan cepat dari kemenangan hukum menuju pengamanan bisnis dan penjualan di pasar.

Tablet kedua Galaxy Note ialah ponsel cerdas paling populer kedua setelah Galaxy S. Piranti ini tidak termasuk dalam daftar produk yang terancam dilarang dijual di AS.

Samsung berharap produk hibrida ponsel dan tablet ini mendongkrak penjualan muram pascaserangan Apple terhadap perusahaan Korsel tersebut.

"TIdak ada perbedaan inovasi besar dalam desain, tapi fitur-fitur Note 2 akan mengalami peningkatan dan memungkinkan Samsung mendapat lonjakan penjualan dalam kategori produk tersebut," ujar pengamat dari NH Investmen & Securities, Lee Sun Tae.

"Peluncuran ini sekaligus upaya Samsung mengalahkan sentimen yang muncul usai kekelahan di wilayah hukum AS."

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Reuters
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pembangunan Tekan Populasi Satwa Liar
JAKARTA -- Senior Advisor World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, Prof Ir H Hadi S. Alikodra menuturkan pertumbuhan dan pembangunan yang pesat banyak memberikan...