Kamis, 8 Zulhijjah 1435 / 02 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Soal Bunga Pinjaman, Bank Diminta tak Pilih Kasih dengan UMKM

Kamis, 28 Juni 2012, 21:49 WIB
Komentar : 1
Wordpress.com
Suku bunga bank (ilustrasi).
Suku bunga bank (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Bank diminta tidak terlalu hati-hati saat memberikan pinjaman dan bersikap merepotkan calon peminjam.. Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Raja Sapta Oktohari mengatakan bank semestinya lebih terbuka memberikan pinjaman modal, terutama bagi pengusaha pemula.

Pasalnya, ia menganggap pengusaha pemula ini yang mendorong pertumbuhan ekonomi. "Bunga bank yang rendah jangan hanya diberikan kepada golongan tertentu saja," ujar Okto saat dihubungi, Kamis (28/6).

Okto mengatakan saat pertemuan negara-negara dalam forum G20, dunia sudah sepakat untuk memberikan akses perbankan yang lebih mudah bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. "Apresiasi dunia kepada masyarakat kelas bawah lebih ada, artinya kita juga seharusnya begitu," kata Okto.

Dalam meningkatkan daya saing bangsa, kata Okto perbankan memiliki peranan yang sangat penting. Pengusaha pemula menurut dia, harus lebih didorong untuk berwirausaha. Caranya, dengan memberikan bunga bank yang lebih bersaing.

Okto berpendapat, bank harus membuat gebrakan dengan memberikan bunga yang rendah tidak hanya untuk kelompok tertentu saja. Jika bank sudah berani melakukan itu, HIPMI kata dia akan memberikan apresiasi yang sangat besar.

Ia mengatakan, pengusaha besar maupun pelaku UMKM memiliki peranan yang sama pentingnya dalam pertumbuhan ekonomi. Lagi pula, berdasarkan pengalaman pelaku UMKM biasanya lebih 'tepat waktu' dalam membayarkan pinjaman bank.

Reporter : Dwi Murdaningsih
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Salim Said: Komunis, Paham Ideologi yang Sudah Bangkrut
 JAKARTA -- Paham komunis sempat tumbuh dan berkembang di Indonesia. Akan tetapi Prof. Dr Salim Said menilai ideologi tersebut sudah bangkrut saat ini. Meski...