Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Rachmat Gobel Gabung ke VIVA

Tuesday, 05 June 2012, 13:09 WIB
Komentar : 1
Republika/Yogi Ardhi
Rachmat Gobel
Rachmat Gobel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) menyetujui penetapan Rachmat Gobel  sebagai komisaris independen. Hal ini dalam rangka percepatan rencana strategis perseroan untuk menjadi perusahaan konvergensi media terkemuka di Indonesia.

“Rachmat Gobel sangat mumpuni diindustri telematika nasional dan internasional,” kata Presiden Komisaris VIVA Anindya Bakrie. Menurutnya, Rachmat Gobel juga memiliki jaringan bisnis yang luas yang telah dia kembangkan.

Rapat umum pemegang saham VIVA menyetujui hal penting lainnya. Pertama, para pemegang saham yang hadir sepakat menyetujui laporan tahunan perseroan untuk tahun buku berakhir 31 Desember 2011. Sepanjang 2011, pendapatan usaha VIVA tumbuh 11,6 persen dibandingkan 2010 menjadi Rp 992 miliar.

Melalui unit usahanya, VIVA berhasil mengelola penurunan beban operasional dalam rangka menyiapkan konten siaran dan penyelenggaraan operasional. Kedua, pemegang saham sepakat tak membagikan dividen tahun ini. “Laba perusahaan sepenuhnya untuk modal kerja. Apalagi, perusahaan memunyai laba ditahan yang masih negatif,” kata Presiden Direktur VIVA Erick Thohir dijumpai bersamaan.

Laba ditahan VIVA mencapai Rp 347 miliar. Erick menambahkan, VIVA juga mengembangkan usahanya dari basis VIVA News menjadi Viva.co.id. Pengembangan usaha VIVA ke depan akan semakin memperluas jangkauan dan konten media. Misalnya, VIVA Bola, VIVA Lifestyle.

Menurut Erick, keberhasilan VIVA melalui sinergi operasional antar unit usaha telah memberikan kontribusi positif dalam menekan beban biaya operasional dan meningkatkan profit margin. Sinergi tersebut melalui berbagai kegiatan, seperti penggunaan aset secara bersama-sama aset transmisi, pengadaan sumber berita, pelaksanaan produksi, dan pemilihan pengembangan program olahraga dan berita yang diminati masyarakat.

Reporter : Mutia Ramadhani
Redaktur : Hafidz Muftisany
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal DPR Tandingan, Ketua DPD:Tunjukkan Semangat Merah Putih untuk Indonesia Hebat
JAKARTA -- Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk DPR tandingan. Kepada wartawan, Jumat (31/10) ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman turut prihatin. Ia...