Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Anak Perusahaan Pos Indonesia Siap Jual Saham

Rabu, 11 April 2012, 09:07 WIB
Komentar : 2
Logo PT Pos Indonesia
Logo PT Pos Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Salah satu anak perusahaan Pos Indonesia optimistis akan mampu memulai IPO (Initial Public Offering) atau menjual saham perdana pada tahun 2013. Kinerjanya dinilai telah memiliki kesiapan untuk dilepas ke publik pada periode tersebut.

"Dari enam anak perusahaan yang ada, hanya PT Pos Logistik Indonesia yang siap untuk IPO tahun 2013," kata Direktur Ritel dan Properti PT Pos Indonesia, Setyo Riyanto, dalam 'Business Gathering Through New Business Models' PT Pos Indonesia, di Surabaya, Selasa malam.

Untuk kesiapan menuju IPO tahun depan, katanya, Pos Indonesia menunjuk salah satu konsultan yakni Ernst and Young/EY guna melakukan studi lebih lanjut.

"Sekarang kami belum bisa mempublikasi terlalu banyak, apakah IPO Pos Logistik Indonesia akan dilakukan secara terbuka atau tertutup, karena masih dilakukan kajian mendalam," ujarnya.

Namun, ia menargetkan, pada pertengahan Juni 2012 sudah ada kejelasan model IPO, bagaimana yang menarik bagi pasar dan keputusan tersebut selalu didasarkan pada hasil studi konsultannya.

"Kami harus memikirkan bagaimana persepsi pasar terhadap perusahaan ini, meskipun yang menjual saham ke depan bukan 'holding'-nya, tapi anak perusahaan," katanya.

Setyo mengemukakan, peluang Pos Logistik Indonesia untuk IPO tahun depan juga ditunjang oleh kontribusi pendapatannya yang mencatatkan sumbangan Rp1 triliun dari total pendapatan Pos Indonesia tahun 2011 senilai Rp3 triliun.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW Islam manakah yang paling baik? Rasulullah bersabda: Memberikan makanan, mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...