Rabu, 21 Ramadhan 1436 / 08 Juli 2015
find us on : 
  Login |  Register

Dahlan Iskan Ingin BUMN Belajar dari BUMD

Kamis, 08 Maret 2012, 16:06 WIB
Komentar : 0
Daan/Republika
Dahlan Iskan/Ilustrasi
Dahlan Iskan/Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengajak seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk belajar ke perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Kelebihan perlu dicontoh BUMN, menurut Dahlan, kegigihan dan kinerja keuangan perusahaan milik pemerintah daerah itu.

"Saya akan kirim direksi perkebunan BUMN untuk belajar ke perusahaan Anda (BUMD Perkebunan Sumut). Sesekali BUMN harus belajar dari BUMD yang maju," kata Dahlan pada acara Musyawarah Nasional IV dan BUMN Strategic Forum di Jakarta, Kamis (10/3).

Menurut Dahlan, BUMN terkadang tidak mengetahui bahwa BUMD mengelola keuangan yang cukup besar sehingga enggan mengajak mereka untuk kerjasama operasi (KSO). Sebagai gantinya, BUMN lebih memilih mitra swasta untuk mengelola perkebunan. Dahlan bahkan baru mengetahui bahwa BUMD perkebunan Sumut (PT Perkebunan) mengantongi keuntungan Rp97 miliar pada akhir 2011.

"Mungkin, BUMN itu tidak mengetahui BUMD memiliki banyak uang sehingga mereka [BUMN] enggan mengajak KSO. Saya saja tidak tahu kalau BUMD Sumut punya banyak modal," ungkapnya. BUMD yang bernaung di bawah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut saat ini meliputi PDAM Tirtanadi, PT Bank Sumut, PT Bangun Askrida, PT Perkebunan, PD Perhotelan, PD Aneka Industri dan Jasa, PT KIM serta PT Sarana dan Prasarana Sumut.

Berdasarkan data hingga akhir 2011, hanya tiga dari delapan BUMD yang mampu mencatat laba dan mampu memberi kontribusi bagi PAD Sumut. Sebanyak tiga BUMD masuk kategori "sehat" itu adalah PT Bank Sumut, PT Perkebunan dan PT Bangun Askrida. Pemerintah mencatat BUMD memiliki aset mencapai Rp343,118 triliun pada 2011. Dari angka tersebut, sekitar Rp310,716 triliun (90,6 persen) dikuasai oleh Bank Pembangunan Daerah.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Libatkan Allah SWT dalam Kondisi Apa Pun
JAKARTA — Ustaz Abdoel Rochimi mengatakan bahwa semua tendensi atau kecenderungan pada satu hal yang ada pada diri kita haruslah melibatkan Allah SWT.    “Jangan...