Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Direksi 15 BUMN Perkebunan Dirombak

Jumat, 02 Maret 2012, 00:01 WIB
Komentar : 0
Kantor Kementerian BUMN
Kantor Kementerian BUMN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sebanyak 15 Direksi BUMN perkebunan dirombak Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal itu dilakukan untuk mencari tim impian (the dream team) menyusul pembentukan induk (holding) BUMN perkebunan.

"Sebagian besar jajaran direksinya sudah habis masa jabatannya. Contohnya PTPN di Sumatera dan Jawa," kata Deputi Menteri BUMN Bidang Industri Primer Muhammad Zamkhani usai pelantikan direksi 15 BUMN Perkebunan di kantor Kementerian BUMN, Kamis (1/3).

Muhammad Zamkhani mengakui perombakan keseluruhan direksi PTPN telah disiapkan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan beberapa waktu lalu, karena pemegang saham menghendaki terjalinnya komunikasi dan kerjasama di antara direksi.

Untuk susunan direksi 15 BUMN perkebunan yakni Direktur Utama PTPN I Wargani, Direktur Utama PTPN II Bhatara Moeda Nasution, Direktur Utama PTPN III Megananda Daryono, Direktur Utama PTPN IV Erwin Nasution, Direktur Utama V Fauzi Yusuf, Direktur Utama PTPN VI Iskandar Sulaiman.

Sementara itu, Direktur Utama PTPN VII Boyke Budiman, Direktur Utama PTPN VIII Dadi Sunardi, Direktur Utama PTPN IX Adi Prasongko, Direktur Utama PTPN X Subiyono, Direktur Utama PTPN XI Andi Punoko, Direktur Utama PTPN XII Singgih Irwan Basri.

Selanjutnya Direktur Utama PTPN XIII Baim Rachman, Direktur Utama PTPN XIV Budi Purnomo, serta Direktur Utama RNI Persero Ismed Hasan Putro. Menyoal pembentukan holding BUMN Perkebunan, Zamkhani mengakui masih dalam pembahasan. Ia mengharapkan peraturan pemerintah (PP) dapat segera dikantongi sehingga 'holding' dapat segera berjalan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PTPN III Megananda mengakui apabila pemerintah sudah mengantongi PP pembentukan 'holding' BUMN perkebunan, maka seluruh PTPN dapat berkonsentrasi penuh untuk menyelamatkan PTPN yang rugi. "Yang penting kita kerja dan 'holding' diharapkan sesegera mungkin sehingga kita bisa membantu yang lain," ujarnya.

Megananda mencatat hingga 2011, aset BUMN perkebunan mencapai Rp 50 triliun dengan pendapatan Rp 45 triliun, serta laba bersih Rp 3,5 triliun. Tahun ini, perusahaan komoditas ini diharapkan dapat mengantongi laba Rp 5 triliun.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Barangsiapa ingin disenangi Allah dan rasulNya hendaklah berbicara jujur, menunaikan amanah dan tidak mengganggu tetangganya( (HR. Al-Baihaqi) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  cece suryawan Minggu, 1 April 2012, 21:44
DPR, presiden, wapres akan memberikan yang terbaik..... semoga fit n proper dalam perombakan akan berjalan bulan april ini.... hidup pak menteri
  Tengku Syaiful Bachri, BA Jumat, 23 Maret 2012, 22:45
Horas ..... PTP.N-II
Maju terus PTPN-II Semoga tambah maju dan memperhatikan kesejahteraan karyawan PTP.N-II dan hilangkan KKN di Jajaran PTP.N-II. Dan saya harapkan kedepannya PTP.N-II lebih unggul dari PTP.N-II lain.
Hidup PTP.N-II........ Maju terus........ dan pantang menyerah ............
  sindar Senin, 19 Maret 2012, 14:26
Slamat pak Dadi atas jabatan barunya jadi Dirut. Memang tugas berat tapi jadikan menjadi tim yang kompak dan solit, niscahya semua akan berjalan lancar, tks sindar
  Titik Nur Aeny Jumat, 9 Maret 2012, 04:11
Kepada Direktur Utama PTPN VIII Dadi Sunardi,
Selamat bertugas dan mengemban amanah...

Semoga PTPN VIII bertambah maju dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat....
  Samir Tarigan Sabtu, 3 Maret 2012, 20:04
Selamat kepada seluruh jajaran direksi PTPN-II,dibawah pimpinan Direktur Utama Pak Bhatara Moeda Nasution.
Semoga semakin suxes .