Friday, 30 Zulhijjah 1435 / 24 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bertanam Singkong Kini Menguntungkan, Lho

Friday, 02 December 2011, 09:43 WIB
Komentar : 1
iklanmax
Panen singkong
Panen singkong

REPUBLIKA.CO.ID, WAYKANAN - Singkong kini menjadi komoditas yang diperhitungkan. Seorang petani singkong di Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung, Irwan, Jumat, mengatakan cukup mempunyai keuntungan dari membudidayakan komoditas pertanian itu.

"Saat ini harga singkong Rp 750 per kilogram, turun Rp 50 dari sebelumnya yang mencapai Rp 800 per kilogram, namun tetap ada keuntungan," kata warga Kampung Tanjungsari Kecamatan Pakuanratu, di Waykanan yang berada sekitar 200 km utara Kota Bandarlampung.

Menurut dia, bercocok tanam singkong membutuhkan waktu sekitar delapan bulan untuk bisa panen. "Per hektare bisa menghasilkan produksi sejumlah kurang lebih 30 ton. Sementara untuk pupuk anorganik per hektare dibutuhkan sejumlah enam kwintal," kata dia.

Ia mengatakan tidak ada kendala hama babi dalam bercocok tanam singkong selain itu penjualan juga mudah sehubungan ada pabrik pengelola tapioka di sekitar daerah ia tinggal. "Sehingga tidak ada permasalahan berkaitan dengan transportasi," kata dia.

Kasubag Pelaporan dan Perencanaan pada Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Waykanan Rofiki mengatakan per November 2011 produksi singkong di daerah itu telah mencapai sejumlah 257.925 ton.

Pada tahun 2010, kata dia menjelaskan, produksi singkong di daerah itu mencapai 384.706 ton dan berada di peringkat ke enam dari 14 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Petani Kabupaten Lampung Tengah, kata dia, pada tahun lalu menghasilkan singkong sejumlah 3.287.511 ton

Redaktur : Siwi Tri Puji B
Sumber : Antara
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2]:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pengamat AS: Jokowi Perlu Bentuk Pemerintahan yang Profesional
Hiruk pikuk transisi demokrasi telah usai, kini pasangan Jokowi-JK resmi menjadi pemimpin negara dan mengemban amanah rakyat. Namun menurut sejumlah pengamat, Presiden Jokowi...