Kenapa RIM ke Malaysia? Karena Pengusaha Indonesia tak Bisa Produksi BlackBerry

Kamis, 06 Oktober 2011, 18:36 WIB
Kenapa RIM ke Malaysia? Karena Pengusaha Indonesia tak Bisa Produksi BlackBerry
Blackberry Curve 9350

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Alasan utama Research In Motion (RIM) akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Malaysia ternyata karena Indonesia dianggap belum mampu membuat produk Blackberry.  Ketidakmampuan bukan karena masalah teknologi, akan tetapi tak mampu secara modal alias biaya.

Deputi IV Koordinator Bidang Industri dan Perdagangan, Edy Putra Irawady, menyatakan sebelumnya Research In Motion menawarkan kontrak atau lisensi kepada siapapun pengusaha Indonesia yang sanggup membangun industri pembuatan produk Blackberry.

Kala itu menurut Edy hanya ada satu pengusaha yang menawarkan diri, akan tetapi secara modal tak mampu mandiri.

Akan tetapi sebaliknya saat RIM menawarkan ke pihak Malaysia, ada tiga pengusaha yang mengajukan diri baik secara teknologi dan modal sendiri. ‘’Jadi RIM tinggal order saja,’’ tutur Edy bercerita tentang pertemuannya dengan salah satu wakil Presiden RIM, kepada Republika, Kamis (6/10).

Sehingga sebenarnya menurut Edy, RIM sedari awal tak pernah berinvestasi secara fisik di Malaysia, akan tetapi hanya melalui kontrak atau lisensi seperti berbagai merk sepatu dunia yang membangun basis industri di Indonesia. ‘’Itu loh kayak Nike di Indonesia,’’ tutur Edy.


Redaktur: Stevy Maradona
Reporter: Ichsan Emrald
Anas bin Malik r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. shalat zhuhur dan ashar, maghrib dan isya, dan tidur di hamparan. Kemudian beliau berkendaraan ke Baitullah, lalu thawaf di sana.(HR Bukhari)
REM, Kamis, 6 Oktober 2011, 20:52

Masa bodoh, buatlah pabrik sana toh sebentar lagi RIM ambruk sperti nokia walaupun aku pengguna blackberry

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...