Sabtu, 6 Syawwal 1435 / 02 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

PT KAI Rintis Layanan Pemesanan Tiket Melalui Rail Box

Kamis, 29 September 2011, 20:21 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--PT Kereta Api Indonesia meluncurkan produk layanan penjualan tiket 'Rail Box" yakni mesin yang memungkinkan pelanggan dapat melakukan pemesanan tiket KA secara langsung.

"Tahap awal layanan rail box ini untuk melayani penumpang KA Argo Parahyangan Bandung - Jakarta dan sebaliknya, efektifnya mulai Senin (3/10)," kata Direktur Komersial PTKA Sulistyo Wimbo Hardjito di Bandung, Kamis.

Mesin pemesanan tiket KA itu cara kerjanya menyerupai Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Untuk sementara pemesanan tiket itu hanya bisa digunakan oleh pelanggan yang memiliki kartu prepaid Bank BNI.

Pemesanan tiket online sistem baru ini merupakan kerjasama antara PTKA dengan Bank BNI, namun ke depannya dimungkinkan pemesanan tiket juga dilakukan oleh pemegang kartu prepaid bank lainnya.

"Pemesan tinggal memasukan kartu prepaid BNI, kemudian memencet tombol. Selanjutnya akan keluar tiket lengkap dengan nomor kursi di kereta. Seorang pemesan dibatasi maksimal untuk empat tempat duduk," kata Wimbo.

Untuk sementara, rail box tersebut akan digunakan di 10 titik strategis, selain di Bank BNI juga di stasiun dan di pusat perbelanjaan strategis.

Tujuannya, kata Wimbo adalah untuk mempermudah pelanggan mendapatkan tiket KA. Selama ini kemudahan pemesanan tiket bisa dilakukan secara online maupun di beberapa counter dengan bekerjasama dengan perbankan, Kantor Pos maupun biro perjalanan.

"Tahap pertama layanan pemesanan tiket rail box ini untuk calon penumpang KA Argo Parahyangan, bila layanan ini efektif maka akan dikembangkan untuk beberapa KA komersial lainnya. Rail box sementara untuk tiket KA komersial," ka Direktur Komersial PTKA itu menambahkan.

Redaktur : taufik rachman
Sumber : antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Tren Arus Mudik Saat Arus Balik di Pasar Senen
 JAKARTA -- Pada H+3 Stasiun Pasar Senen tak hanya menerima arus balik. Geliat arus mudik di Stasiun ini masih cukup tinggi. Menurut Kepala Humas...