Rabu, 26 Ramadhan 1435 / 23 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Menkeu: Jatah Newmont Jatah Pusat

Selasa, 10 Mei 2011, 19:35 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, saat ini pemerintah tidak memiliki opsi memberikan tujuh persen saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara kepada Pemprov Nusa Tenggara Barat. Meski demikian, Agus menjamin bahwa pemerintah tetap memikirkan sebuah skema untuk menyejahterakan masyarakat NTB.

"Kalau intensi daripada pemerintah tentu kita ingin mencari bentuk-bentuk yang bisa mendukung majunya NTB," kata Agus di Kementerian Keuangan, Selasa (10/5). Agus menegaskan, cara untuk mendukung majunya NTB itu bukan dengan hibah saham tujuh persen Newmont kepada Pemprov NTB. Pemerintah pusat telah membeli tujuh persen saham Newmont pada Jumat (6/5) melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

Agus menyampaikan hal itu menanggapi harapan dari Pemprov NTB agar saham Newmont tetap diberikan kepada Pemprov NTB. Permintaan itu disampaikan Gubernur NTB M Zainul Majdi dan Ketua DPRD Provinsi NTB Lalu Sudjirman usai bertemu Agus di Kementerian Keuangan, Senin (9/5). Kantor Kementerian Keuangan sejak Senin (9/5) terus menjadi sasaran demo massa yang mengaku wakil masyarakat NTB.

Agus mengatakan, Pemda saat ini sudah memiliki 24 persen saham Newmont. "Pemerintah (pusat)investasi di Newmont tujuh persen, Pemda itu 24 persen jadi belum bicara yang lain," katanya. Dia memastikan pemerintah pusat tetap memerhatikan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat NTB

Reporter : M Ikhsan Shiddieqy
Redaktur : taufik rachman
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Alhamdulillah, Rekapitulasi Akhir KPU Berjalan Aman
JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil akhir rekapitulasi Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, Selasa (22/7) di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng,...