Rabu, 9 Sya'ban 1439 / 25 April 2018

Rabu, 9 Sya'ban 1439 / 25 April 2018

Satu Bursa Uang Digital Bermasalah, Investor Ketar-ketir

Ahad 14 Januari 2018 12:37 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Dwi Murdaningsih

Layanan keuangan digital (ilustrasi)

Layanan keuangan digital (ilustrasi)

Foto: ICET.ORG

REPUBLIKA.CO.ID,  NEW YORK -- Masalah operasional yang menerpa salah satu bursa uang digital terbesar, Kraken, membuat pada investor uang digital resah.

Kraken sempat tak beroperasi selama lima jam pada Rabu (10/1) lalu. Perusahaan yang berbasis di San Francisco itu menyatakan masih melakukan perbaikan dan indentifikasi persoalan tersebut dan mengupayakan agar semua berjalan sehalus mungkin.

''Ini berarti dalam beberapa jam, Kraken belum bisa diakses sampai kami luncurkan kembali,'' ungkap Kraken di laman resminya seperti dikutip Bloomberg akhir pekan ini.

Dalam informasi yang disampaikan sebelumnya, Kraken menyatakan sedang menangani isu yang tak terduga. Mereka meyakinkan para pemegang uang digital mereka tetap aman. ''Ya, ini merupakan proses perbaikan terlama sejak Kraken kami luncurkan pada 2013. Hal yang tidak kami duga,'' ujar Kraken.

Bukan rahasia bisa bursa uang digital rentan terhadap peretasan dan pencurian. Isu itu pula yang membuat para investor khawatir. Contohnya kasus Mt Gox yang akhirnya bangkrut pada 2014 setelah kehilangan investor uang digital mereka.

Laman penjual uang digital lainnya, Coinbase, juga sering tiba-tiba tak beroperasi atau operasinya menjadi lamban pada beberapa bukan lalu. Hal itu karena mereka tidak bisa meningkatkan kapasitas layanan seiring meningkatnya investor uang digital. Kraken merupakan bursa uang digital milik CME Group Inc.

Kurangnya komunikasi, lambannya proses transfer dan pencairan uang digital, biaya yang tingggi, ketidakamanan, dan serangan malware menjadi beberapa isu yang harus dihadapi investor ritel. Meski identitas para investor di Kraken tidak terbuka, media sosial cukup ramai membahas hal ini.

Seorang pengguna Twitter dengan akun bernama Victor M. menyatakan ingin menuntut Kraken. Pernyataan itu mendapat 300 like pengguna Twitter lainnya.

Pun akun North Canton Cab Com yang menulis, meski ada gangguan operasional, Kraken harus memastikan koin para investor tetap aman dan tidak diretas. Bila investor mulai khawatir, bisa jadi memang persoalan yang dihadapi Kraken lebih serius dari dugaan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA