Wednesday, 9 Sya'ban 1439 / 25 April 2018

Wednesday, 9 Sya'ban 1439 / 25 April 2018

Dolar AS Tertekan Kebijakan Bank Sentral Eropa

Sabtu 13 January 2018 12:04 WIB

Red: Budi Raharjo

 Karyawan menghitung mata uang Dolar AS di penukaran valuta asing Ayu Masagung, Jakarta, Ahad (9/7).

Karyawan menghitung mata uang Dolar AS di penukaran valuta asing Ayu Masagung, Jakarta, Ahad (9/7).

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID,NEW YORK -- Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Para investor berspekulasi bahwa pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) sedang bersiap untuk mengurangi program stimulus moneter.

Risalah dari pertemuan ECB Desember, menunjukkan bahwa bank sentral dapat beralih dari upaya-upaya kebijakan moneter ultra-longgar tahun ini, menurut Market Watch. "Peninjauan kembali bisa terjadi jika ekonomi zona euro terus berkembang dan jika inflasi terus meningkat menuju target bank sekitar 2,00 persen," kata risalah tersebut.

Para analis mengatakan risalah pertemuan ECB terakhir sedikit di sisi hawkish dan memberikan beberapa dukungan terhadap euro. Di sisi ekonomi, Indeks Harga Konsumen AS untuk semua konsumen perkotaan meningkat 0,1 persen pada Desember disesuaikan secara musiman, sejalan dengan perkiraan pasar, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (12/1).

Sementara itu, perkiraan pendahuluan penjualan ritel dan jasa-jasa makanan AS untuk Desember 2017 mencapai 495,4 miliar dolar AS, meningkat 0,4 persen dari bulan sebelumnya, gagal memenuhi konsensus pasar sebesar 0,5 persen, Departemen Perdagangan mengumumkan pada Jumat (12/1).

"Penjualan ritel Desember naik 0,4 persen, sepersepuluh dari yang diperkirakan, tapi ini adalah laporan yang lebih kuat dari perkiraan berkat revisi naik. Tidak termasuk otomotif dan gas, penjualan ritel mencatat kenaikan kuartalan terbesar dalam 12 tahun," kata Chris Low, kepala ekonom FTN Financial, dalam sebuah catatan.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,94 persen menjadi 90,989 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,2182 dolar AS dari 1,2038 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3734 dolar AS dari 1,3534 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7912 dolar AS dari 0,7893 dolar AS.

Dolar AS dibeli 111,05 yen Jepang, lebih rendah dari 111,11 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9686 franc Swiss dari 0,9761 franc Swiss, dan bergerak turun menjadi 1,2486 dolar Kanada dari 1,2527 dolar Kanada.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA