Jumat , 12 Januari 2018, 12:18 WIB

Pertahankan Gucci, Kering Lepas Puma ke Konglomerat Prancis

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
Brand produk olahraga Puma
Brand produk olahraga Puma

REPUBLIKA.CO.ID, FRANKFURT -- Perusahaan pemilik merek-merek barang mewah, Kering, akan melepaskan merek produk alat olah raga mereka yang berbasis di Jerman, Puma, ke pemegang saham sendiri asal Prancis. Kering menyatakan akan melepas 70 persen saham Puma dan menahan 16 persen saham saja.

Rencana ini muncul setelah terjadi guncangan pada bisnis Puma. Kering sendiri memilih fokus pada bisnis produk mewah. Apalagi rival mereka dari Prancis, Louis Vuitton sudah tumbuh lebih besar.

'"Kami akui pertumbuhan barang mawah belakangan ini kurang baik. Kering juga berencana melepas label satu lagi label produk alat olah raga Kering, Volcom,'' kata Dirketur Keuangan Kering, Jean-Marc Duplaix, seperti dikutip Reuters, Kamis (11/1).

Sekitar 40 persen saham Kering dimiliki Keluarga Pinault dari Prancis. Kering masih mempertahankan sebagian kecil saham Puma karena Kering melihat masih ada manfaat yang diperoleh dari Puma dan Kering tidak akan mengambil manfaat tunai dari pelepasan saham Puma tersebut.

Analis menilai langkah ini untuk menstimulus saham Kering. ''Divestasi Puma akan sedikit mendorong saham Kering,'' kata analis Exane BNP Paribas, Luca Solca.

Dipimpin CEO baru Bjorn Gulden pada 2013, Puma memokuskan kembali inti bisnis mereka pasca guncangan akibat migrasi mitra utama mereka di Liga Inggris ke sponsor lain. Tertinggal di posisi ke tiga setelah Nike dan Adidas, Puma mencoba lebih fokus pqda beberapa olah raga, termasuk dengan masuk ke pasar produk pakaian olah raga wanita dengan menunjuk penyanyi Rihanna sebagai direktur kreatif pada 2014.

Puma sendiri menyambut baik pelepasan saham oleh induk mereka itu sehingga saham Puma jadi lebih bebas diperdagangkan. Mereka meyakinkan langkah induk mereka tak akan mengubah strategi bisnis yang sudah ditetapkan.

Puma sendiri baru akan memaparkan kinerja 2017 pada 12 Februari mendatang. Pendapatan Puma diprediksi naik signifikan seiring makin populernya koleksi produk yang didesain Rihanna dan sepatu yang dipakai pelari cepat Jamaika, Usain Bolt.

Seperti rival mereka asal Jerman, Adidas, Puma juga menikmati tren gaya retro di AS. Saham Puma sendiri naik 45 persen sepanjang 2017 dengan kapitalisasi pasar mencapai 5,3 miliar euro.



Berita Terkait