Jumat , 12 Januari 2018, 09:58 WIB

Hotel Marriott Minta Maaf ke Pemerintah Cina

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
Bendera Cina
Bendera Cina

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Marriott Hotel meminta maaf kepada Pemerintah Cina setelah merujuk Tibet dan Taiwan sebagai negara dalam survei yang Marriott lakukan terhadap konsumen. Langkah Marriott ini dilakukan setelah Kepolisian Cina menggelar investigasi atas hal tersebut.

Dalam pernyataan di laman resminya, Marriott International Group menyampaikan rasa hormat kepada Pemerintah Cina, demikian dilansir Associated Press, Kamis (11/1).

Dalam survei itu terdapat pertanyaan di negara mana konsumen tinggal. Opsi negara yang diberikan Marriott termasuk Tibet, Taiwan, dan Hong Kong.

''Kami sama sekali tidak mendukung gerakan separatis apapun yang melawan Cina sebagai pemerintah dan wilayah yang terintegrasi. Karena itu, kami meminta maaf atas sikap yang mungkin memicu kesalahpahaman,'' ungkap Marriott.

Beijing sangat sensitif terhadap status Taiwan dan Tibet yang masih Cina klaim sebagai wilayah mereka. Beijing tak segan bersikap tegas terhadap terbitan buku, peta, atau piranti lunak yang menyatakan Taiwan sebagai negara sendiri.

Kepolisian Cina sempat menginterogasi manajer Marriott untuk mengetahui apakah ada pelanggaran atauran keamanan siber yang Marriott lakukan.


Berita Terkait