Jumat , 12 January 2018, 09:15 WIB

Meksiko akan Tinggalkan NAFTA Bila AS Terus Intervensi

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
wikipedia.org
Bendera AS, Meksiko, dan Kanada (ilustrasi)
Bendera AS, Meksiko, dan Kanada (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MEXICO CITY (Reuters) -- Meksiko akan meninggalkan negosiasi Kerja sama Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) jika Presiden AS Donald Trump terus mengintervensi dengan ancaman AS akan keluar dari kerja sama tiga negara itu.

Sebelumnya, Kanada juga melihat gelagat AS yang makin jelas akan mundul dari NAFTA. Hal itu membuat mata uang Kanada dan Meksiko tertekan dan pasar modal kedua negara jadi lesu.

''Tak diragukan lagi, jika Trump mengumumkan AS keluar dari NAFTA, saat itu semua perundingan berhenti,'' kata Kepala Bagian Perdagangan Internasional Kementerian Pertanian Meksiko, Raul Urteaga, seperti dikutip Reuters, Kamis (11/1).

Dua sumber lain menyatakan Meksiko benar-benar akan keluar bila AS mengancam mundur dari kerja sama tiga negara itu. Di sisi lain, surat kerja sama NAFTA bila tidak ada pembaruan kerja sama akan kedaluwarsa dalam enam bulan ke depan.

Washington bisa menggunakan langkah tersebut sebagai langkah pamungkas untuk memperbarui kerja sama Kanada dan Meksiko tetap dalam ikatan perjanjian yang telah berjalan selama 24 tahun itu.

Trump sebelumnya menyatakan kerja sama yang bermula pada 1994 itu sebagai merupakan kesepakatan yang jelek dan tidak menguntungkan pekerja AS. Tim negosiasi AS sendiri sudah mewanti-wanti Kanada dan Meksiko.

Salah satu poin menentukan dalam pembaruan kerja sama ini adalah soal asal asal barang dimana AS memasang angka minimal untuk produk otomotif. Klausul itu mengancam gagalnya kesepakatan kerja sama tiga negara bila tidak dinegosiasikan kembali tiap lima tahun dan harus diselesaikan melalui mekanisme tersendiri sesuai perjanjian NAFTA.

Meski para pengamat memberi kesan ragu jelang pertemuan trilater pada 23-28 Januari mendatang di Montreal, Kanada, sebagian masih optimistis terhadap keberlanjutan NAFTA. Apalagi, pekan ini Trump meyakinkan para petani soal perdagangan AS yang masih positif. Pidato itu disebut memberi sinyal baik.