Senin , 18 December 2017, 06:47 WIB

ATM di Inggris Dinilai Terlalu Banyak

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Esthi Maharani
Republika/ Yasin Habibi
ATM
ATM

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Jumlah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di pusat-pusat kota di Inggris dinilai terlalu banyak. Link, pengelola jaringan ATM, sedang coba menutup puluhan ribu ATM. Link sendiri menyatakan sedang berusaha membuat distribusi ATM lebih merata, tidak terkonsentra di di pusat-pusat kota saja. Link memprediksi, jumlah ATM ini akan berkurang lima persen atau 2.750 unit mesin ATM dalam dua tahun ke depan.

Seorang konsumen di pusat perbelanjaan Leicester, Paula Derbyshire mengaku warga tidak butuh banyak ATM. ''Kebutuhan ATM rasanya tidak banyak, jadi kalaupun mau dikurangi, tidak masalah,'' kata Derbyshire.

Keberadaan ATM yang terlalu banyak pun dinilai cenderung menguntungkan operator ATM secara sepihak. Apalagi nasabah dikenakan biaya 25 sen untuk setiap transaksi di ATM. Biaya itu seharusnya bisa dikurangi menjadi 20 sen saja.

''Saya melihat, peningkatan jumlah ATM di inggris tidak baik dan cenderung menguntugkan operator ATM secara sepihak,'' kata CEO Link John Howells seperti dikutip BBC, akhir pekan ini.

Dari catatan BBC, sejak 2005 hingga 2017, jumlah ATM bebas biaya mencapai 55 ribu unit di Inggris. Penyedia mesin ATM juga diuntungkan dengan hal itu. Cardtronics AS mencatat laba bruto sebesar 46 juta euro di akhir 2016. Sementara Notemachine mencatat laba bruto 14,7 juta euro untuk periode yang sama.