Senin, 5 Jumadil Awwal 1439 / 22 Januari 2018

Senin, 5 Jumadil Awwal 1439 / 22 Januari 2018

Setelah Tujuh Tahun Hengkang, Google Ingin Kembali ke Cina

Kamis 14 Desember 2017 08:18 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

CEO Google Sundar Pichai

CEO Google Sundar Pichai

Foto: NBCNews

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Google sempat menarik beberapa bisnis inti mereka dari Cina tujuh tahun lalu karena Pemerintah Cina mengontrol dan mengawasi penggunaan internet warga. Sejak itu, Cina mengembangkan mesin pencari sendiri dan sekarang Google ingin kembali ke Cina.

The New York Times pada Rabu (14/12) melansir, Google membuka pusat pengembangan kecerdasan artifisial (AI) di Cina. Langkah kecil itu dinilai berarti seiring keinginan Cina untuk mengembangkan teknologi di masa depan.

Google menyatakan Pusat AI ini memiliki tim ahli yang berbasis di Beijing dan ratusan pegawai di tim riset dan pengembangan dan beberapa bagian lain. Pusat AI Google ini akan dikepalai oleh Fei-Fei Li yang juga mengelola Stanford Universitys Artificial Intelligence Lab dan memimpin unit bisnis Google Cloud. Fei-Fei Li akan didampingin Jia Li, kepala riset dan pengembangan AI Google Cloud.

Google mengumumkan pendirian Pusat AI itu dilakukan seiring meningkatnya kontribusi akademis dan teknis pengembangan AI di Cina. Google sendiri akan bergerak bersama komunitas-komunitas yang fokus ke sana. Google sendiri tidak menyampaikan nilai investasi yang mereka keluarkan untuk ini.

''AI sekarang tidak mengenal batas, begitu pula manfaatnya,'' ungkai Fei-Fei Li di laman resmi Google.

Langkah Google ini menyusul langkah serupa yang sudah lebih dulu dilakukan Microsoft dan IBM yang sibuk merekrut staf dari Cina. Pengembangan AI oleh Cina merupakan bagian upaya Pemerintah Cina untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing teknologi Cina.

Meski diprotes AS karena Beijing memanfaatkan potesi rival-rivalnya, Cina tidak urung langkah. Keberadaan Pusat AI Google di Cina menambah rumit hubungan kedua negara.

Tujuh tahun lalu, Google menutup layanan mereka di Cina karena tindakan Pemerintah Cina yang memata-matai pengguna layanan mereka. Meski begitu, Google tak pernah benar-benar meninggalkan Cina. Google menyediakan layanan iklan ke jaringan internet dan aplikasi ponsel di Cina.

Pekan lalu, CEO Google Sundar Pichai mengatakan perusahaannya menyediakan layanan signifikan membantu dunia usaha Cina mendapatkan konsumen di luar negeri. Tahun ini, Google juga menawarkan layanan perangkat lunak penerjemah di Cina.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES