Rabu, 7 Jumadil Awwal 1439 / 24 Januari 2018

Rabu, 7 Jumadil Awwal 1439 / 24 Januari 2018

Jerman Protes Mainan Lego yang Dijual di Amazon

Rabu 13 Desember 2017 14:23 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

Mainan tentara Nazi produksi Lego yang dijual di situs Amazon menuai protes warga Jerman.

Mainan tentara Nazi produksi Lego yang dijual di situs Amazon menuai protes warga Jerman.

Foto: Amazon.com

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Seorang ayah asal Jerman melancarakan kampanye yang mengajak orang-orang untuk mendorong Amazon menghentikan penjualan produk Lego berupa tentara Nazi. Manuel Hegel membuat petisi yang menyatakan mainan produksi Lego itu menampilkan petinggi, tentara dan segala hal lain yang berkaitan dengan pasukan elit Nazi, Waffen-SS, dan menunjukkan simbol Sosialime Nasional.

Hegel menyatakan mainan itu dapat mendorong anak-anak untuk menerima salah satu rezim paling tidak manusiawi dalam sejarah. ''Ini akan mengendurkan figur rezim itu, terlebih ini momen Natal,'' kata Hegel seperti dikutip BBC, Selasa (12/12).

Mainan itu dijual oleh perusahaan asal Jerman, CustomBricks. Lego sendiri menyatakan produk itu tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut Lego. Perusahaan asal Denmark itu menyatakan tidak terlibat mensponsori atau mendorong produk itu.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip BBC pada Selasa (12/12), Lego tidak menyebut spesifik langkah legal yang coba mereka tempuh. ''Secara umum kami menangmbil langkah yang diperlukan untuk meyakinkan konsumen bahwa kami tidak berada dalam keraguan.''

Iklan CustomBricks di Amazon sendiri menyebut, iklan mereka bukan untuk anak-anak di bawah tujuh tahun dan harus disertai pengawasan orang tua. CustomBricks juga menjual mainan prajurit dan kendaraan bergaya Tentara Sekutu era Perang Dunia II.

Aturan Jerman sendiri melarang penggunaan simbol Nazi seperti swastika, Iron Cross, dan elang Reichsadler di luar konteks edukasi atau kesenian.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Istana Ini Kini Menjadi Museum

Rabu , 24 Januari 2018, 09:15 WIB