Selasa , 05 December 2017, 18:50 WIB

Indonesia akan Bebaskan Bea Masuk untuk Produk Palestina

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Antara/Galih Pradipta
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kedua kiri) berbincang dengan Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ahmed Amr Ahmed Moawad (kanan) dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair al-Shun (kedua kanan) serta Dirjen Kerjasama Multilateral Kemenlu Febrian A Ruddyyard (kiri) saat seminar Internasional dan pameran foto Palestina, di Gedung Pancasila, Jakarta, Selasa (5/12).
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kedua kiri) berbincang dengan Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ahmed Amr Ahmed Moawad (kanan) dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair al-Shun (kedua kanan) serta Dirjen Kerjasama Multilateral Kemenlu Febrian A Ruddyyard (kiri) saat seminar Internasional dan pameran foto Palestina, di Gedung Pancasila, Jakarta, Selasa (5/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, saat ini Pemerintah Indonesia sedang mengkaji rencana pembebasan tarif atau bea masuk untuk beberapa produk Palestina. Hal ini dilakukan sebagai upaya Indonesia membantu Palestina meningkatkan perekonomiannya.

Menlu mengungkapkan Otoritas Palestina telah beberapa kali meminta pemotongan bea masuk bagi produk-produk yang diekspornya ke Indonesia. Untuk beberapa produk, Otoritas Palestina pun meminta agar tarif masuk itu ditiadakan.

"Dan ini sudah kita bahas dengan Kementerian Perdagangan dan kementerian terkait lainnya. Saat ini kita sedang memasuki tahap akhir (pembahasan)," ungkap Menlu seusai membuka acara seminar dan pameran foto Palestina di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jakarta, Selasa (5/12).

Perihal pembebasan tarif masuk untuk beberapa produk Palestina, hal itu, kata Menlu Retno, juga telah dibahas. "Mudah-mudahan awal tahun depan zero tariff untuk beberapa produk Palestina ini sudah bisa kita wujudkan," ucapnya.

Menurut Menlu Retno, hal ini merupakan bentuk upaya Indonesia untuk turut membantu Palestina mengembangkan perekonomiannya. "Ini bertujuan mengembangkan perekonomian warga Palestina," ujarnya.

Tak hanya itu, Menlu Retno mengatakan, Indonesia selalu menjadi bagian dari upaya global untuk membantu dan mendukung Palestina. Sejak 2008, di bawah kerangka kerja sama New Asia-Africa Strategic Partnership, Indonesia telah menyalurkan tak kurang dari 10 miliar dolar AS untuk melaksanakan program capacity building atau peningkatan kemampuan serta keterampilan bagi warga Palestina.

"Program ini fokus pada manajemen bencana, pelatihan diplomatik, kesehatan, pemberdayaan perempuan, infrastruktur, agrikultur, dan lain-lain. Program ini melatih lebih dari 1.800 warga Palestina," ungkap Menlu Retno.

Selain itu, pada 2011, Indonesia telah bekerja sama dengan Islamic Development Bank untuk membangun rumah sakit Indonesia di Jalur Gaza. Pada 2015, atas dukungan dan perhatian rakyat Indonesia, Indonesia berhasil membangun rumah sakit kedua untuk rakyat Palestina.

Menurut Menlu Retno, saat ini Indonesia sedang merencanakan pembangunan fasilitas destilasi atau penyulingan air laut di Gaza. Proyek ini akan dieksekusi awal tahun depan.