Sabtu , 18 November 2017, 20:00 WIB

2.000 Karyawan Siemens Protes Keputusan PHK

Red: Nidia Zuraya
principalspage.com
Pemutusan Hubungan Kerja (ilustrasi)
Pemutusan Hubungan Kerja (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Ribuan karyawan Siemens melakukan protes di berbagai kota di Jerman pada hari Jumat (17/11) melawan usulan perusahaan tersebut untuk mengurangi 6.900 pekerjaan, yang menurut pejabat senior Siemens dapat direvisi setelah negosiasi dengan serikat pekerja tersebut.

Siemens pada hari Kamis mengatakan bahwa pihaknya ingin mengurangi sekitar 6.900 pekerjaan, atau mendekati dua persen dari angkatan kerja globalnya. Kira-kira setengah dari mereka akan berada di Jerman, terutama di divisi tenaga dan gasnya, yang telah terkena dampak dari pertumbuhan pesat energi terbarukan.

IG Metall, serikat pekerja terbesar Jerman, menyerukan demonstrasi di Berlin dan kota Offenbach dekat Frankfurt, mendesak Siemens untuk merevisi rencana yang dinilai akan merugikan perusahaan tersebut. "Kami memiliki konsep, alternatif, dan kami berharap perusahaan dapat berbicara serius dengan kami yang merupakan dewan kerja, tentang masa depan Siemens," kata Klaus Abel, perwakilan serikat pekerja senior di Berlin seperti dikutip Reuters.

Kepala sumber daya manusia Siemens pada hari Jumat mengatakan bahwa pihaknya dapat memodifikasi rencananya setelah berbicara dengan serikat pekerja tersebut.

Iris Gleicke, komisaris pemerintah Jerman untuk urusan Jerman bagian Timur, mendesak Siemens untuk melakukan tawar-menawar yang adil dengan para pekerja, mencatat bahwa PHK akan menghancurkan titik-titik di beberapa bagian yang secara struktural lemah di Jerman timur.

"Saya berharap Siemens dan perwakilan pekerja akan menyetujui keseimbangan kepentingan yang adil," katanya.

Horst Schneider, walikota kota Offenbach, di mana Siemens berencana untuk mengurangi 700 pekerja, mengatakan bahwa kota tersebut memiliki hak lebih jauh untuk ada di perusahaan global ini. "Tidak mungkin pihak yang besar selalu makan yang lebih kecil," kata Schneider.

"Kami akan berjuang untuk pekerjaan kami," kata Tanja Scorrano, yang berada di antara para pemrotes, setelah bekerja di Siemens di Offenbach selama 27 tahun.





Sumber : Antara

Berita Terkait