Rabu , 15 November 2017, 08:52 WIB

Dolar AS Melemah Akibat Ketidakpastian Reformasi Pajak

Red: Nidia Zuraya
Andika Wahyu/Antara
Dolar AS
Dolar AS

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (14/11) atau Rabu (15/11) pagi WIB, karena ketidakpastian mengenai reformasi pajak yang diajukan dan kemampuan ekonomi untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.

Kekhawatiran bahwa pemotongan pajak perusahaan Amerika Serikat bisa ditunda hingga 2019 telah membuat greenback turun belakangan ini. Selain itu, para investor juga khawatir tentang kenaikan suku bunga, kata analis.

Ekspektasi untuk kenaikan suku bunga pada Desember berada di 96,7 persen, menurut alat FedWatch CME Group. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,72 persen menjadi 93,812 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi 1,1795 dolar AS dari 1,1668 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi 1,3170 dolar AS dari 1,3116 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia menguat menjadi 0,7635 dolar AS dari sebelumnya di 0,7625 dolar AS.

Dolar AS dibeli 113,38 yen Jepang, lebih rendah dari 113,62 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS juga melemah menjadi 0,9893 franc Swiss dari 0,9961 franc Swiss, dan mencapai 1,2731 dolar Kanada dari 1,2728 dolar Kanada di sesi sebelumnya.





Sumber : Antara