Jumat , 10 November 2017, 07:55 WIB

Disney Akuisisi Banyak Proyek Fox

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
AP PHOTO
Studio Miramax, Disney
Studio Miramax, Disney

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANEGELES -- Disney memiliki rencana untukmengakuisisi bisnis produksi Fox fil dan TV. Bahkan, rencana itu pun berlakuuntuk saluran kabel yang akan menggoncangkan industri TV berbayar secaradramatis.

Ketika Disney melaporkan pendapatan kuartalanterakhirnya pada bulan Agustus, perusahaan tersebut mengumumkan mereka akan meluncurkan layanan streamingbermerek ESPN pada tahun 2018 dan tahun berikutnya akan diganti Disney. Merekapun menarikfilmnya dari Netflix bersamaan dengan langkah tersebut.

Untuk mengakali kekurangan konten jikadibandingkan Netflix, Disney mengakalinya dengan akuisisi. Fox menjadi salahsatu incaran yang menggiurkandengan jaringan film, televisi, dan salurannya.

"Semua perusahaan media yang biasamenghasilkan uang dengan memberi lisensi konten mereka kepada orang lain. Kinimereka sadar mereka punya kesempatan untuk langsung ke konsumen. Merekadidorong ke arah itu. Menurut saya, Disney memandangnya sebagai cara untukmeningkatkan katalognya dan bisa memberi nilai lebih pada layananstreaming," kata Mantan CEO Weather Channel Mike Kelly, dikutip dari Thewarp, Jumat (10/11).

Kelly mengatakan, membeli properti Fox tersebut akan memberiDisney basis kuat untuk membangun bisnis digital yang sedang berkembang.Apalagi bisnis itu merupakan masalah kebutuhan akan perusahaan mediatradisional di tahun 2017.

"Saya pikir ini memberi wawasan tentangpemikiran Disney. Jika tidak dengan Fox mungkin akan menjadi sesuatu yang lain.Mereka ingin menggulung konten untuk [layanan streaming]," ujar Presidendan CEO manajemen kekayaan perusahaan Gerber Kawasaki Ross Gerber.

Kesepakatan yang diusulkan, akan membuat Disneymemiliki konten yang berasal dari Star, BSkyB (perusahaan memegang saham 39persen), FX dan Nat Geo di samping studio film dan TV. cara ini pun akanmembuat Disney mengambil jalur X-Men untuk bersama dengan Tim Avengers.

Seorang analis di Needham & Co. LauraMartin menyebut, kesepakatan tersebut sebagai "Disney MembunuhNetflix". Dengan cara mengambil banyak aset di lapangan, akan menghasilkanbanyak uang untuk mereka sendiri.