Jumat , 10 November 2017, 07:15 WIB

Uber Targetkan Go Public pada 2019

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya
EPA
Layanan transportasi berbasis aplikasi Uber tersedia di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Layanan transportasi berbasis aplikasi Uber tersedia di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, MANHATTAN -- Perusahaan transportasi online, Uber menargetkan go public pada tahun 2019. CEO Uber, Dara Khosrowshahi mengatakan, langkah ini merupakan keberangkatan dari pendahulunya, pendiri Uber, Travis Kalanick, yang telah mencoba menunda pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) selama mungkin.

"Kami memiliki semua kelemahan, selain keuntungan dari menjadi perusahaan publik. Travis dan seluruh dewan sekarang sepakat bahwa kita seharusnya go public," kata Khosrowshahi di panggung di New York Times DealBook Conference di Manhattan, dilansir dari CNN, Jumat (10/11).

Uber saat ini memiliki valuasi sebesar 70 miliar dolar AS yang menjadikannya perusahaan rintisan paling bernilai tinggi di dunia. Perusahaan telah mengumpulkan modal lebih dari 10 miliar dolar AS sejak didirikan pada tahun 2009.

SoftBank (SFTBF), konglomerat Jepang, juga telah melakukan diskusi dengan Uber untuk investasi swasta besar yang diperkirakan berjumlah miliaran. Khosrowshahi mengungkapkan keyakinannya tentang mendapatkan seluruh dewan direksi Uber di halaman yang sama dan menyetujui kesepakatan tersebut.

"Ada negosiasi yang sedang berlangsung. Mereka mungkin sudah memakan waktu lebih lama dari seharusnya, tapi kita akan sampai di sana." katanya.

Acara tersebut menandai wawancara ekstensif pertama Khosrowshahi sejak menjabat sebagai CEO Uber dua bulan lalu. Khosrowshahi sebelumnya adalah CEO Expedia (EXPE).