Kamis , 09 November 2017, 12:24 WIB

Berapa Harga Sepiring Makanan Sederhana di Negara Termiskin?

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
usafricaonline.com
Negara baru Sudan Selatan termasuk yang termiskin di dunia.
Negara baru Sudan Selatan termasuk yang termiskin di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penelitian terbaru Counting the Beans: the True Cost of Food around the World dari Program Pangan Dunia (WFP) dan Mastercard menunjukkan, harga sepiring makanan sederhana berupa makanan pokok dengan sayur kacang rebus di negara-negara termiskin, mencapai ratusan dolar AS bila diukur dari kesetaraan daya beli. Sementara masyarakat di negara-negara berkembang harus mengeluarkan hampir seluruh pendapatan mereka dalam sehari untuk mendapatkan sepiring makanan sederhana.

Laporan Counting the Beans menempatkan New York sebagai acuan. Di New York, harga sepiring makanan sederhana sebesar 1,20 dolar AS atau sekitar Rp 16 ribu. Angka ini merepresentasikan 0,6 persen dari rata-rata penghasilan penduduk kota tersebut dalam sehari.

Di posisi, lima terbawah ditempati Republik Demokratik Kongo, Malawi, Suriah, Nigeria, dan paling akhir Sudan Selatan. Di Sudan Selatan, harga sepiring makanan sederhana 268 kali lebih mahal dari makanan yang sama di New York, yakni 321,70 dolar AS atau sekitar Rp 4,33 juta.

Sementara di Kawasan Asia, Nepal adalah negara dengan harga pangan termahal. Sepiring makanan sederhana di Nepal setara dengan 27,77 dolar AS atau sekitar Rp 375 ribu. Masyarakat Nepal butuh 18 persen dari penghasilan harian mereka untuk membeli makanan sederhana.

Sementara di Indonesia, harga makanan yang sama mencapai 5,50 dolar AS atau sekitar Rp 74.250. Masyarakat Indonesia membutuhkan 2,7 persen dari rata-rata penghasilan harian mereka untuk membeli sepiring makanan sederhana.

Presiden International Mastercard Ann Cairns mengatakan, Mastercard berkomitmen untuk mendistribusikan sebanyak 100 juta makanan. ''Kemitraan kami dengan WFP diharapkan dapat membantu untuk mewujudkan negara yang bebas dari kelaparan,'' ungkap Cairn dalam keterangan tertulis, Rabu (8/11).

Sumber : Center

Berita Terkait