Rabu , 08 November 2017, 16:34 WIB

Trump Minta Cina Kurangi Hubungan Niaga dengan Korut

Rep: rizkiyan adiyudha/ Red: Budi Raharjo
Kim Hong-ji/Pool Photo via AP
Presiden AS Donald Trump (kanan) bersama Presiden Korsel Moon Jae-in saat upacara penyambutan di Istana biru di Seoul, Selasa (7/11).
Presiden AS Donald Trump (kanan) bersama Presiden Korsel Moon Jae-in saat upacara penyambutan di Istana biru di Seoul, Selasa (7/11).

REPUBLIKA.CO.ID,BEIJING -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengultimatum Korea Utara (Korut) terkait program nuklir mereka. Dia meminta negara-negara di seluruh dunia untuk mengisolasi dan menolak segala bentuk dukungan, penawaran atau penerimaan bagi Korut.

"Dunia tak bisa menolelir rezim jahat yang mengancam dengan kerusakan nuklir," kata Trump seperti diwartakan Reuters, Rabu (8/11).
 
Hal tersebut disampaikan Donald Trump yang akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Cina. Trump rencananya akan meminta Presiden Cina Xi Jinping untuk mendukung resolusi Amerika terkait Korut dan memotong dukungan finansial ke negara tersebut.
 
"Trump percaya setiap pembicaraan dengan Korea Utara akan memerlukan pengurangan ancaman, mengakhiri provokasi dan gerakan menuju denuklirisasi, dan bahwa tidak ada kesepakatan yang dapat dicapai tanpa denuklirisasi," kata seorang pejabat gedung putih.
 
Sementara, Trump menilai program nuklir yang dijalankan Korut tidak membuat mereka merasa aman. Sebaliknya, hal tersebut membahayakan dan dapat menjatuhkan rezim. Program tersebut juga meningkatkan bahaya yang dihadapi.
 
Sebelum berangkat ke Beijing, Trump secara khusus mendesak Cina yang merupakan mitra dagang utama Korut menerapkan sepenuhnya sanksi internasional terhadap Pyongyang. Dia juga memina Xi untuk menurunkan hubungan diplomatik dan komersial terhadap Korut.