Rabu , 01 November 2017, 14:01 WIB

Mastercard Catat Laba dari Naiknya Belanja

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
mastercard
mastercard

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Mastercard Inc selasa lalu mencatatkan rekor laba baru dan mematahkan prediksi Wall Street. Capaian ini diraih Mastercard di tengah persaingan mendapatkan konsumen.

CEO Mastercard Ajay Banga mengatakan, makin banyak konsumen yang menggunakan kartu kredit, debit, dan prabayar Mastercard secara global. Ini meningkatkan volume transaksi Mastercard sebanyak 11 persen menjadi 1,35 triliun dolar AS.

''Di AS, kami masih melihat pertumbuhan ekonomi yang baik seiring berkurangnya pengangguran dan inflasi yang terkendali. Sentimen konsumen juga membantu,'' kata Bang seperti dikutip Reuters, Selasa (31/10).

Investasi Mastecard, kata Banga, terutama untuk teknologi seperti biometrik, token, enkripsi, dan kecerdasan artifisial membantu meningkatkan kenyamanan konsumen dan keamanan transaksi.

Bulan lalu, belanja konsumen di AS mencapai titik tertinggi selama delapan tahun terakhir. Hal itu membantu para penyedia jasa pembayaran seperti Visa dan Mastercard mencetak pendapatan dari transaksi yang dilakukan baik menggunakan kartu kredit maupun debit.

Sementara itu, kinerja Visa juga diluar ekspektasi dengan pertumbuhan laba kuartalan mencapai 11 persen.

Saham Mastercard sendiri sempat turun 1, 3 persen menjadi 147,02 dolar AS karena aksi ambil untung investor. Pendapatan bersih Mastercard naik 18 persen menjadi 3,40 miliar dolar AS, di atas ekspektasi 3,28 miliar dolar AS.

Laba bersih per lembar saham Mastercard juga naik 21 persen menjadi 1,34 dolar AS di akhir September 2017 ini. Angka itu di atas prediksi para analis yang memperkirakan laba per lembar saham Mastercard di kuartal tiga sebesar 1,23 dolar AS.

Di sisi lain, belanja Mastercard juga naik 20,4 persen menjadi 1,46 miliar dolar AS pada kuartal tiga ini. Sebagian besarnya digunakan untuk membeli sistem pembayaran digital dari Vocalink.


Berita Terkait