Rabu , 01 November 2017, 09:12 WIB

10 Negara Dunia yang Dianggap Paling Mudah untuk Berbisnis

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nidia Zuraya
INVESTASI(illustrasi)
INVESTASI(illustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Bank Dunia kembali merilis laporan Doing Business 2018 pada Selasa (31/10). Dalam laporan terbarunya, lembaga pemberi pinjaman global ini juga merilis daftar peringkat negara-negara dunia yang dianggap menjadi tempat tujuan berbisnis paling mudah. 

Dilansir laman Bloomberg, Selasa (31/10), peringkat terbaru dari Bank Dunia menunjukkan terjadi pergeseran kebijakan perdagangan oleh Amerika Serikat (AS) dan Inggris menuju  ke arah yang lebih proteksionis. Pertumbuhan ekonomi di AS dan Inggris telah melampaui ekspektasi akhir-akhir ini meskipun ada kekhawatiran yang diungkapkan oleh beberapa pemimpin bisnis dan ekonom mengenai kebijakan perdagangan yang diajukan oleh Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Theresa May.

Trump mengundurkan diri dari Kemitraan Trans Pasifik dan telah mengancam akan melakukan hal yang sama dengan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA), sementara pemerintah May sedang menegosiasikan langkah Inggris keluar dari Uni Eropa.

Kendati AS mulai menerapkan kebijakan proteksi perdagangan, namun peringkat Ease of Doing Business (EoDB) AS naik dua posisi ke urutan keenam dari 190 negara. Sementara Inggris mempertahankan posisinya di tempat ketujuh.

Selandia Baru menempati posisi teratas untuk tahun kedua berturut-turut, diikuti oleh Singapura, Denmark, Korea Selatan dan Hong Kong. Sedangkan Macedonia terlempar dari posisi 10 besar, sementara Georgia melompat ke posisi kesembilan.

Di antara 20 peringkat teratas ekonomi dunia, negara-negara bekas pecahan Uni Soviet dinilai telah memberlakukan reformasi kebijakan yang paling ramah terhadap pelaku bisnis sejak Bank Dunia mulai memperhitungkan mereka pada tahun 2003.

Laporan tersebut menempatkan negara berdasarkan 11 indikator yaitu kemampuan untuk memulai bisnis, menangani izin konstruksi, mengakses listrik, mendapatkan kredit, melakukan perdagangan lintas batas dan membayar pajak.

Sementara itu sejumlah negara seperti Brunei Darussalam, Thailand, Malawi, Kosovo dan India membuat langkah terbesar dalam reformasi bisnis yang ramah. Laporan Doing Business 2018 juga menempatkan Jerman merosot tiga tempat ke posisi 20 di dunia, dan Jepang bertahan di posisi 34. Cina bertahan di urutan ke-78 dan India melonjak dari posisi ke 130 di dunia tahun lalu menjadi yang ke 100.