Selasa , 24 Oktober 2017, 00:18 WIB

Proyek Miliaran Dolar Dorong Investasi Infrastruktur Swasta

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Budi Raharjo
Tahta Aidilla/Republika
Pencapanan Target. Pekerja meneyelesaikan pembangunan proyek Infrastruktur di Jakarta. Jumat (29/9).
Pencapanan Target. Pekerja meneyelesaikan pembangunan proyek Infrastruktur di Jakarta. Jumat (29/9).

REPUBLIKA.CO.ID,SINGAPURA -- Proyek-proyek miliaran dolar AS mendorong investasi swasta di sektor infrastruktur. Bank Dunia memprediksi pertumbuhan sektor infrastruktur tahun ini akan mencapai 24 persen dibanding tahun lalu atau setara 36,7 miliar dolar AS yang tersebar di 132 proyek.

Dalam rilis tengah tahunan Bank Dunia tentang keterlibatan swasta dalam infrastruktur (PPI), disebut, meskipun pertumbuhan proyek-proyek besar nampak memperbaiki pertumbuhan di paruh pertama 2017. Namun tingkat investasi yang ada 15 persen lebih rendah dari periode yang sama pada 2016. Tentu, ini di luar mega proyek yang rata-rata nilainya naik dari 156 juta dolar AS pada 2016 menjadi 171 juta dolar AS pada 2017.

Head of the Infrastructure, PPP, and Guarantees Group World BankCledan Mandri-Perrott menyampaikan, investor swasta berkomitmen terhadap proyek infrastruktur. Hal itu disambut baik terlebih negara-negara berkembang sedang membutuhkannya.

Bank Dunia sendiri terus mendorong peran swasta dalam investasi di sektor infrastruktur yang jumlahnya masih kecil. ''Sejak 1990, swasta hanya berinvestasi 1,6 triliun di semua proyek infrastruktur negara berkembang,'' ungkap Mandri-Perrott dalam keterangan tertulis, Senin (23/10).

Asia Timur dan Pasifik menerima lebih dari sepertiga investasi global, mengalahkan Amerika Latin dan Karibia yang investasi swastanya sedikit turun. Energi nampak masih jadi yang paling menarik. Sebab, dua pertiga investasi pada 2017 menyasar subsektor itu dengan tujuan utama Indonesia, Yordania, dan Pakistan dengan nilai lebih dari satu miliar dolar AS.

Cina dan India merupakan yang terbanyak mendapat kerja sama infrastruktur, masing-masing 36 proyek dan 22 proyek. Untuk investasi energi surya, kedua negara itu juga masih dominan dengan masing-masing 13 dan tujuh proyek. Rata-rata nilai investasi energi terbarukan mencapai 149 juta dolar AS.

Investasi di negara berpendapatan rendah juga meningkat menjadi 2,1 miliar dolar AS untuk 15 proyek di 10 negara. Pada 2016, hanya enam negara berpenghasilan rendah yang berhasil meraih investasi swasta untuk infrastruktur.

Meksi data PPI menyebutkan investasi swasta, banyak pula investasi antar sektor publik dan multilateral. Banyak negara berusaha mendorong partisipasi swasta dalam pembangunan infrastruktur yang mereka lakukan.