Sabtu , 21 Oktober 2017, 14:28 WIB

Azerbaijan Ingin Perkuat Ekonomi dengan Negara Teluk

Rep: Binti Sholikah/ Red: Elba Damhuri
Reuters
Ladang minyak di Saudi (ilustrasi).
Ladang minyak di Saudi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BAKU -- Menteri Ekonomi Azerbaijan Shahin Mustafayev mengatakan negara-negara Teluk (GCC) menginvestasikan sekitar 1,3 miliar dolar AS dalam ekonomi Azerbaijan. Hal ini disampaikannya pada sebuah forum bisnis bersama dengan perwakilan negara-negara anggota GCC di Baku, Jumat (20/10).

"Investasi ini terutama berasal dari UEA, Arab Saudi dan Bahrain. Pada saat yang sama, Azerbaijan menginvestasikan hampir 300 juta dolar AS di negara-negara GCC," kata dia seperti dikutip dari Azernews, Sabtu (21/10).

Mustafayev mencatat sekitar 280 perusahaan, terutama dari Kuwait, Bahrain, Qatar dan Arab Saudi, beroperasi di Azerbaijan. "Azerbaijan adalah negara yang menguntungkan untuk investasi. Pertama dan terutama, berkat stabilitas politik, keamanan dan pemahaman antara pihak berwenang dan masyarakat," ujar Shahin.

Dia menambahkan pada saat yang sama, kerja sama ekonomi harus didasarkan pada ikatan politik yang kuat. "Azerbaijan sangat memperhatikan perkembangan ikatan politik dengan negara-negara GCC. Hubungan politik kita sangat kuat, memiliki prospek bagus dan didasarkan pada persahabatan," jelas Shahin.

Menurutnya, tingkat kerja sama ekonomi antar negara juga harus ditingkatkan karena ada potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Shahin mencatat, perputaran perdagangan antara Azerbaijan dan negara-negara GCC telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Namun, nominal perdagangan tersebut masih rendah, mencapai lebih dari 40 juta dolar AS pada Januari-Agustus 2017.

"Ini adalah angka yang sangat rendah, mengingat populasi negara-negara GCC sekitar 40 juta orang dan total PDB sekitar 1,36 triliun dolar AS," tambahnya.

Dalam forum tersebut, Sekretaris Jenderal Federasi Kamar Dagang GCC, Abdul Rahim Hassan Al Naqi, mengusulkan untuk membuat dana investasi bersama. Menurutnya, dana tersebut dapat membantu memperkuat kerja sama dan merangsang arus investasi antar negara.

Saat ini, Caspian International Investment Company (CIIC) beroperasi di Azerbaijan yang didirikan oleh Islamic Corporation untuk Pengembangan Sektor Swasta (ICD, bagian dari kelompok Bank Pembangunan Islam).

Perusahaan investasi yang telah beroperasi sejak 2008 tersebut menginvestasikan dana di sektor riil ekonomi berdasarkan prinsip hukum syariah, kecuali produksi minyak dan gas bumi. Apalagi Azerbaijan dan Qatar saat ini sedang bekerja untuk menciptakan dana investasi bersama.

Naqi melanjutkan, Federasi Kamar Dagang GCC menawarkan Azerbaijan untuk menghilangkan pajak berganda, mengurangi bea cukai untuk mengimpor produk dari negara-negara Arab dan menyederhanakan transaksi keuangan antar negara.

Dia menilai Azerbaijan sebagai salah satu pasar investasi yang menjanjikan. Kemudian dia mengusulkan untuk mengatur pameran produk perusahaan Arab di Baku pada 2018 untuk memperluas hubungan investasi dan perdagangan.

Naqi menyatakan GCC telah membuat daftar proyek untuk diimplementasikan. Di antaranya, menciptakan rute maritim, menyederhanakan rezim visa dan menghapus biaya visa, dimana biaya visa dapat ditambahkan ke biaya tiket.

Kepada wartawan, Sekretaris Jenderal GCC Abdullatif Al Zayani mengatakan, negara-negara Arab di Teluk Persia tertarik untuk mengembangkan hubungan dengan Azerbaijan dalam bidang pariwisata, bisnis perhotelan, pertanian dan perdagangan.

Azerbaijan dan negara-negara Arab memiliki banyak peluang untuk mengembangkan kerjasama. Al Zayani juga menekankan, Azerbaijan telah berhasil meraih sukses besar berkat kepemimpinannya yang bijak.