Jumat , 20 October 2017, 16:05 WIB

Trump Umumkan Hasil Wawancara Pengganti Yellen Pekan Depan

Rep: Binti Sholikah/ Red: Satya Festyiani
Reuters/Jason Reed
Janet Yellen, President Barack Obama's nominee to lead the U.S. Federal Reserve, is sworn in to testify at her US Senate Banking Committee confirmation hearing in Washington in this file photo taken November 14, 2013.
Janet Yellen, President Barack Obama's nominee to lead the U.S. Federal Reserve, is sworn in to testify at her US Senate Banking Committee confirmation hearing in Washington in this file photo taken November 14, 2013.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Donald Trump telah menyelesaikan wawancara dengan lima kandidat yang dia pertimbangkan untuk memimpin the Federal Reserve. Seorang sumber yang mengetahui proses tersebut mengatakan, Presiden Trump dapat mengumumkan keputusan pada awal pekan depan.

Trump bertemu Gubernur the Fed Janet Yellen Kamis (19/10). Sumber tersebut mengatakan pertemuan itu berjalan dengan baik, tetapi Trump belum membuat keputusan.

"Kurasa dia belum condong ke siapapun," kata sumber tersebut seperti dikutip dari Reuters, Jumat (20/10). 

Pesaing lain untuk memimpin bank sentral AS adalah penasihat ekonomi Trump terbaik Gary Cohn, Gubernur Dewan Fed Jerome Powell, mantan gubernur Fed Kevin Warsh, dan profesor ekonomi Universitas Stanford John Taylor.

Powell, yang dipandang mewakili kelanjutan pendekatan gradualis Yellen untuk menaikkan suku bunga, bersama dengan Warsh, dipandang sebagai pesaing utama. Meskipun saat menjabat sebagai Gubernur Fed di bawah pimpinan Ben Bernanke, Warsh dipandang sebagai calon yang kurang terkenal. Dia telah mengkritik program pembelian obligasi The Fed dan menganjurkan perubahan dalam target inflasi.

Trump akan berangkat pada 3 November 2017 untuk tur ke Asia dan diharapkan mengumumkan pilihannya sebelum perjalanan itu. Presiden mengatakan kepada wartawan pada Selasa (18/10) bahwa dia menyukai kelima kandidat tersebut. "Saya akan mengambil keputusan dalam jangka waktu singkat," kata Trump.

Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mengadakan kampanye untuk menutup kemungkinan Yellen dipilih kembali. Hal itu sebagai tanda Partai Republik konservatif menginginkan sebuah wajah baru pimpinan the Fed yang menetapkan kebijakan moneter AS.

Juru bicara kongres Ohio tersebut mengatakan, Perwakilan Warren Davidson, seorang Republikan di panel kebijakan moneter Komite Jasa Keuangan DPR, termasuk di antara mereka yang menginginkan perubahan. Davidson sedang mengedarkan sebuah surat yang menentang pengangkatan kembali Yellen.

"Davidson sangat bersemangat dengan proses ini," kata juru bicara tersebut. Dia menambahkan bahwa anggota parlemen sangat prihatin dengan dampak kebijakan Fed terhadap kemampuan perusahaan kecil untuk meningkatkan dana operasional.

Anggota Kaukus Kebebasan, pengelompokan Republikan yang paling konservatif di Kongres, mengkritik Yellen, dengan beberapa orang menuduhnya menjaga kebijakan moneternya terlalu longgar.

Anggota kunci dari Komite Jasa Keuangan DPR juga telah mendukung gagasan yang diajukan oleh para pesaing untuk menggantikan Yellen. Penelitian Taylor, misalnya, menonjol dalam sebuah undang-undang yang disahkan DPR yang mewajibkan the Fed untuk menjelaskan tindakannya melalui serangkaian peraturan yang ketat.

Bagaimanapun, DPR tidak memiliki kendali langsung atas pengangkatan gubernur Fed. Senatlah yang memutuskan apakah akan mengkonfirmasi calon presiden.