Senin , 16 October 2017, 14:56 WIB

Menara Tertinggi di Hong Kong Laku Terjual Rp 69,473 Triliun

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Nidia Zuraya
Amusing Planet
Gedung-gedung pencakar langit di Hong Kong. ilustrasi
Gedung-gedung pencakar langit di Hong Kong. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Hong Kong Economic Journal melaporkan CK Holding Ltd Li Ka-Shing menjual 75 persem sahamnya di The Center kepada perusahaan yang dipimpin Cina senilai 40,2 miliar dolar Hong Kong atau sekitar 5,15 miliar dolar AS (setara Rp 69,473 triliun). Kesepakatan yang merupakan bagian dari konsorsium ini akan diumumkan dalam waktu dekat.

Saham CK Asset naik 3,2 persen pada awal perdagangan. Kemudian naik 2,4 persen menjadi 66,35 dolar Hong Kong.

Kesepakatan tersebut merupakan sinyal yang menandakan pasar properti Hong Kong tidak menunjukkan tanda-tanda menurun. LVGEM (China) Real Estate Investment Co pekan lalu mengumumkan pembelian bangunan senilai 9 miliar dolar Hong Kong dari Wheelock & Co dengan catatan harga per meter persegi di sebuah bangunan komersial Kwun Tong, Hong Kong.

CK Asset yang berganti nama menjadi CK Property mengumumkan hasil penjualannya akan dipergunakan untuk melakukan diversifikasi real eastet. CK Asset dan cabangnya CK Infrastructure Holdings Ltd pada awal tahun ini setuju untuk membeli alat perekam meteran dari Jerman senilai 4,5 miliar euro atau sekitar 5,3 miliar dolar AS yang berfungsi membantu perluasan proyek infrastruktur perusahaan.

Properti CK Asset yang mencakup Cheung Kong Centre dan Hutchison House membentang sekitar 1,6 juta meter persegi. Tercatat 80 persennya berlokasi di Hong Kong.

Menurut data Skyscraper, bangunan bertingkat 73 milik CK Property ini merupakan gedung tertinggi kelima di dunia. Gedung pencakar langit di Hong Kong memiliki harga sewa paling tinggi di dunia. Dari laporan Knight Frank biaya sewa empat kali lebih tinggi daripada Singapura.

"Pertumbuhan sewa tersebut akan terus bertambah dengan masuknya penyewa dari Cina," ujar Frank.

Berita penjualan The Center telah mencuat selama satu tahun belakangan ini. Hong Kong Economic Journal mengatakan tahun lalu ICBC Asia mendekati CK Asset perihal pembelian saham di menara tersebut dengan harga 34,8 miliar dolar Hong Kong. Namun, ICBC membantah laporan tersebut dan mengatakan pihaknya tidak membeli saham.