Senin , 16 October 2017, 01:00 WIB

Dua Produsen Mobil Besar Mulai Mengurangi Karyawan

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Bayu Hermawan
cbc.ca
phk (ilustrasi)
phk (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA -- Pembuat kendaraan listrik Tesla Inc melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 400 karyawan pada pekan ini, yang mencakup pimpinan tim, associates, dan supervisor. Pemecatan tersebut merupakan hasil dari tinjauan tahunan perusahaan secara keseluruhan.

Dilansir Reuters, Ahad (15/10), kemacetan produksi telah membuat Tesla menunda peluncuran sedan terbaru yakni Model 3. Perusahaan yang berbasis di Palo Alto, California ini pada kuartal 3 2017 telah memproduksi sekitar 260 sedan Model 3. Produksi Model 3 dimulai pada Juli 2017 dan dijual seharga 35 ribu dolar AS.

Selain Tesla, produsen mobil asal Perancis, PSA juga akan mengurangi sekitar 400 karyawan di pabrik pembuatan mobil Vauxhaull, yang terletak di Ellesme Port, Inggris pada akhir tahun. Pengurangan karyawan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing fasilitas produksi.

PSA membeli merek Opel dan Vauxhall dari General Motors pada Agustus 2017 lalu. Pembelian ini membuat PSA menjadi produsen mobil peringkat kedia di Eropa berdasarkan penjualan.

Seorang juru bicara PSA mengatakan, pemecaran karyawan ini dilakukan karena industri mobil sedang menghadapi kondisi pasar Eropa yang menantang dan adanya penurunan pasar mobil penumpang.

"Vauxhaull perlu menyesuaikan volume produksi di Ellesmere Port sampai pada tingkat permintaan saat ini untuk memperbaiki kinerja, dan untuk melindungi masa depannya," ujar juru bicara PSA kepada Reuters.

Chief Executive PSA Carlos Tavares pada bulan lalu mengatakan, sulit menentukan strategi bisnis pabrik Vauxhaull karena tidak ada kejelasan mengenai rencana Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. PSA berada dalam posisi untuk mempertimbangkan investasi masa depan setelah memiliki visibilitas pada perdgangan Inggris dan Uni Eropa di masa depan.