Jumat , 13 October 2017, 13:24 WIB

Begini Cara Para Miliarder Dunia Berinvestasi

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
ANTARA/Widodo S. Jusuf
Investasi (ilustrasi)
Investasi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Sebagian orang terkaya di dunia berinvestasi di bursa efek. Sebagian langkah mereka jadi cetak biru bagi investor lain. Maka bila ingin berinvestasi, lakukanlah seperti para miliarder ini.

1. Warren Buffet si pecinta saham
Banyak kolom investasi yang mendalami filosofi investasi Warren Buffet. Salah satu prinsip yang dipegang Buffet adalah imbal hasil nilai investasi.

Mungkin aneh bila berinvestasi pada saham yang diperdagangkan dalam harga rendah di antara kelompok saham yang sama. Namun Buffer melakukan itu.

Investasi berbasis nilai fokus pada identifikasi saham di bawah harga namun punya nilai fundamental yang bagus. Salah satu saham yang Buffet nilai demikian adalah Apple Inc.

Buffet tidak pernah menjual saham Apple yang ia pegang. Hingga akhirnya perusahaan itu jadi perusahaan pertama yang nilainya mencapai triliun dolar.

Saham lain yang Buffet lihat berdasarkan nilai adalah Coca-Cola, Wells Fargo, American Airlines, American Express, Bank of America, Costco, Kraft Heinz, Southweat Airlines, Moody's, dan Restaurant Brands.

2. Ray Dalio si penikmat risiko
Ray Dalio adalah pendiri Bridgewater Associates, manajer investasi privat terbedar di dunia.

Bridgewater merupakan penemu strategi paritas risiko dalam manajemen portofolio. Paritas risiko berusaha memitigasi risiko dengan menyeimbangkan portofolio antara saham yakni jangka panjang, menengah, emas, dan variasi komoditas. Dalio membantu mengembangkan alokasi sumber daya. Dalio membuat cetak biru 'Semua Musim' bagi para investor praktis.

Strategi Semua Musim ini memuat 30 persen ekuitas, 40 persen instrumen jangka panjang, 15 persen instrumen jangka menengah, 7,5 persen emas, dan 7,5 persen komoditas.

3. Andrew Left bertaruh melawan korporasi
Andrew Left dari Citron Research menggunakan pendekatan agak berbeda dari miliarder lain dalam berinvestasi. Left justru mencetak peruntungan saat pasar sedang lesu dengan memilih efek yang terlibat penggelapan atau berkecimpung di usaha remang. Lalu, ia publikasikan hasil temuannya itu di ruang publik.

Dulu, Left bahkan membuat sebuah folder Express Scripts, manajer manfaat farmasi dengan penghasilan 100 miliar dolar AS.

Berita Terkait